Setelah relatif tenang kembali dan mengikuti kritik dari politisi sayap kanan Israel, polisi kemudian membuka situs untuk kunjungan Yahudi, memicu bentrokan lebih lanjut.
"Ini masjid kami, ini Idul Adha kami," kata Assisa Abu Sneineh, 32 tahun, menambahkan ia ada di sana ketika bentrokan meletus.
"Tiba-tiba [pasukan keamanan] tiba dan mulai memukul dan menembakkan granat suara."
Sekitar 1.300 orang Yahudi mengunjungi situs tersebut pada hari Minggu, menurut organisasi Wakaf Muslim, yang mengelola kompleks suci tersebut.
Ali Abunimah, salah satu pendiri Electronic Intifada, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ketegangan bisa dicegah oleh Israel dengan tidak mengizinkan, 'ekstremis agama yang terkait dengan apa yang disebut Gerakan Kuil' pergi ke Al-Aqsa pada hari ketika orang-orang Palestina merayakan Idul Adha.
Abunimah menambahkan bahwa pada hari libur Yahudi, Israel memberlakukan penutupan total pada Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza, melarang jutaan warga Palestina untuk pindah, memasuki Yerusalem atau mengunjungi situs suci mereka, "yang seharusnya untuk melindungi orang Yahudi selama liburan keagamaan".
"Tetapi pada Idul Adha, Israel telah melakukan yang sebaliknya yaitu membiarkan ekstrimis agama pergi ke Al-Aqsa dengan tujuan memprovokasi umat Islam dan saya pikir itu harus sangat jelas karena ini bukan hanya penyembah Yahudi yang saleh yang ingin pergi dan berdoa di situs suci," kata Abunimah.
"Ini adalah provokasi terorganisir dari Gerakan Kuil, yang didanai oleh pemerintah Israel, dan yang secara eksplisit menyatakan tujuannya adalah penghancuran masjid Al Aqsa dan penggantiannya dengan kuil Yahudi."
'Tindakan agresi'
Baca Juga: Timpuk Mobil Israel, Balita Palestina Usia 4 Tahun Nangis saat Ditangkap
Jordan, penjaga situs itu dan satu dari hanya dua negara Arab dengan perjanjian damai dengan Israel, mengutuk "pelanggaran terus menerus" Israel di sana.
Hanan Ashrawi, seorang pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menuduh Israel memprovokasi ketegangan agama dan politik.
"Penyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh pasukan pendudukan Israel pagi ini adalah tindakan kecerobohan dan agresi," katanya dalam sebuah pernyataan.
Kompleks ini terletak di bagian dari Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dalam suatu langkah yang belum mendapat pengakuan internasional.
Berita Terkait
-
Diam-diam, Israel Bawa Ribuan Ekor Beruang Air ke Bulan
-
Timpuk Mobil Israel, Balita Palestina Usia 4 Tahun Nangis saat Ditangkap
-
Naik Pesawat, Pria Yahudi Ultra-Ortodoks Pilih Terbungkus Plastik
-
Sekjen PLO Kutuk Rencana Israel Bongkar 10 Rumah di Jerusalem
-
Siprus Tahan Belasan Pemuda Israel Terkait Kasus Pemerkosaan
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan