Suara.com - Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII), Center for Public Policy Resarch Rifqi Rachman menyoroti hasil rekomendasi Kongres V PDI Perjuangan yang salah satu poinnya ialah menghadirkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sebagai landasan bernegara hingga menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara.
Rifqi menuturkan, wacana menghadirkan kembali GBHN masih menyisakan banyak pertanyaan. Ia merasa harus ada kejelasan ihwal implementasi GBHN.
Ia kemudian mempertanyakan apakah kehadiran GBHN nantinya akan mengharuskan presiden memberikan laporan pertanggungjawaban di sidang MPR atau tidak. Mengingat posisi presiden yang dipilih langsung rakyat yang mengartikan dirinya juga memiliki tanggung jawab kepada rakyat.
“Kalau memang tidak harus melaporkan ke MPR, harus juga dipikirkan sebuah mekanisme yang bisa mempertontonkan capaian pemerintahan terhadap GBHN. Agar GBHN yang ditetapkan tidak sia-sia,” kata Rifqi dalam keterangan tertulisnya.
“Apalagi wacana soal mengaktifkan kembali GBHN saat ini bukanlah yang pertama bagi PDIP. Dari beberapa tahun lalu partai ini sudah membawa wacana tersebut ke publik. Oleh karenanya, menjadi penting bagi PDI-P untuk menghadirkan kejelasan rencananya hingga level implementasi,” sambungnya.
Menurut Rifqi, keinginan PDI Perjuangan soal GBHN juga mengkontraskan intensi partai itu untuk turut menduduki kursi ketua MPR. Padahal sesuai dengan UU MD3, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu 2019 sudah mendapat jatah ketua DPR.
“Sehingga menjadi menarik bagaimana hal ini coba dikomunikasikan oleh PDIP ke partai lain di koalisi. Jika dilihat dari hasil Pemilu 2019, memang PDIP juaranya. Tapi akan berbeda ketika konteks ini didudukan dalam berlangsungnya pemerintahan Jokowi yang juga didukung oleh partai lain,” jelas Rifqi.
Wacana itu, lanjut Rifqi, juga bisa berdampak burik terhadap kondisi koaliai yang sudah terjalin jika ke depan PDI Perjuangan tak bisa mengkomunikasikan dengan partai di dalam koalisi.
Untuk itu menjadi penting bagi PDI Perjuangan mencari suara dukungan pargai lainnya ihwal GBHN.
Baca Juga: Kursi Gerindra di DPRD Provinsi Banten Naik 60 Persen, PDIP Turun 13 Persen
“Di sinilah peran partai Gerindra sebagai kawan lama menjadi sentral untuk PDIP. Terlebih keduanya adalah partai dengan suara yang besar. Maka, berpasangan dengan Gerindra akan memuluskan rencana amandemen yang sudah lama disuarakan PDIP," ujar Rifqi.
Berita Terkait
-
Tolak Usulan 10 Pimpinan MPR, Nasdem: Jangan Ubah UU karena Hasil Pemilu
-
Kesal Kader Mejeng di Pantai saat Kongres, Megawati: Ya Allah Anak Buahku
-
Pakai Tanda Pengenal Orang Lain, 3 Peserta Kongres PDIP Dicopot dari DPC
-
Nyoman Dhamantra Ditangkap KPK, Hasto: Tak Berkaitan Kongres V PDIP
-
Tak Ada Jabatan Ketua Harian PDIP, Megawati: Kaget Ya?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan