Suara.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyampaikan klarifikasi untuk video kontroversial HUT ke-74 Kemerdekaan RI yang sempat diunggah ke akun Instagram-nya.
Setelah menimbulkan keributan, Triawan Munaf menghapus video yang memuat sejumlah peristiwa besar dalam sejarah Indonesia itu.
Aktris sekaligus politikus PDI-P Kirana Larasati juga diberondong cercaan gara-gara mengunggahnya. Namun, ia masih mempertahankan video itu di akun Twitter-nya.
Sejumlah warganet menduga, produksi video tersebut didanai oleh negara. Aktivis perempuan Tunggal Pawestri, yang ikut mengkritik video itu, lantas meminta Bekraf merevisinya, jika benar ada campur tangan Bekraf di video tersebut.
"Dear @BekrafID saya setuju dengan pendapat ini. Jika video itu dibuat dengan dana negara, tolong bikin perbaikannya segera ya, dan minta para buzzer Anda sebar versi yang sudah diralat," cuit @tunggalp, Sabtu (17/8/2019).
"Wkk sudah pakai dana negara, kontroversial.. terus tidak ditindak lanjuti, cuman di-delete saja.. definition of buang-buang duit aja ni badan negara," tambah pengguna akun @chocolatyaa.
Triawan Munaf pun segera memberikan klarifikasi di Twitter. Ia menyatakan bahwa Bekraf tidak ada andil dalam pembuatan maupun pendanaan video itu.
"Terima kasih atas kritiknya. Perlu saya klarifikasi bahwa video tersebut BUKAN buatan atau dibiayai oleh @BekrafID. Saya memforward video kreasi Mas @wahyukentjana. Mohon maaf sedalam-dalamnya apabila dirasa konten Video forward saya tersebut tidak akurat," kicau @Triawan, Sabtu.
Video buatan rumah produksi Aidea itu menyampaikan harapan 'Dirgahayu Indonesia' menggunakan bumbu sejarah.
Baca Juga: Rich Brian Bukan Rapper Panutan, Debat Sengit Dino Patti dan Triawan Munaf
Berlatar konsep pelelangan, di video itu ditawarkan 'jasa' memecah-belah Indonesia. Beragam contoh peristiwa bersejarah diibaratkan sebagai si penawar, dan tahun kejadian seolah menjadi harganya.
"Silakan, Bapak, Ibu, tawaran perpecahan dimulai di atas 1945. Lelang dimulai. Oke, penawar pertama, 1948 kita punya PKI. Ada lagi? Ada lagi?" ucap pria pengisi suara video itu.
Sebanyak 11 peristiwa di Indonesia dianalogikan sebagai si penawar perpecahan Indonesia. Lelang kemudian ditutup oleh kericuhan pemilu di angka 2019, didahului Peristiwa Tanjung Priok 1984 dan Kerusuhan Mei 1998.
Berbagai komentar negatif pun bertubi-tubi menyerbu akun Twitter @_kiranalara karena konten video tersebut.
Banyak warganet, bahkan figur publik, yang menyebut Kirana Larasati tak mengerti sejarah. Bagi mereka, materi video itu dicantumkan tanpa riset yang baik.
Tak ayal, mereka meminta Kirana Larasati segera menghapus video tersebut, yang membuatnya dirundung banyak orang.
Berita Terkait
-
Suka Foto AHY di Istana Negara, Ferdinand: Saya Putuskan Dukung Jokowi
-
Indonesia Raya Diputar di Kereta, Penumpang dan Petugas Berdiri
-
Hormat Dengar Lagu Indonesia Raya, Bocah Pengasong Ini Dicari Via Vallen
-
Kirana Larasati Dicerca karena Video Dirgahayu RI, Disebut Tak Tahu Sejarah
-
Peringati HUT RI Lewat Video, Kirana Larasati Malah Dibully Warganet
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya