Suara.com - Desa-desa yang berada di sekitar Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara akan naik kelas menjadi kelurahan jika Ibu Kota Negara baru pindah. Sebab Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara akan berubah menjadi kota.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI menyiapkan desa-desa yang nantinya terdampak pembangunan ibukota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (kaltim). Sebab dengan adanya perubahan tersebut, maka secara administratif status desa akan berubah menjadi kota.
"Kita siap mendukung bila ada desa yang masuk dalam kawasan ibukota baru," ujar Staf Ahli Kemendes PDTT RI, Condrad Hendrarto disela Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat di Hotel Grand Dafam, Selasa (27/08/2019).
Condrad menyebutkan pihaknya belum mendapatkan informasi jumlah desa yang terdampak jadi kawasan ibukota baru. Pihaknya masih menunggu informasi yang lebih lanjut dari Presiden.
Namun Kemendes PDTT akan melakukan kajian lebih lanjut terkait perubahan administrasi tersebut. Sebab kewenangan Kemendes PDTT dipastikan akan berkurang ke depannya untuk pengelolaan desa-desa terdampak.
Selain itu perangkat peraturan juga disiapkan. Termasuk syarat-syarat yang dibutuhkan dalam perubahan status desa ke kota melalui aturan baru yang berlaku.
"Nantinya kewenangan kami serahkan ke pemerintah, dalam hal ini kementerian dalam negeri untuk desa-desa yang terdampak. Sekarang disiapkan syarat administratif, kan ada aturannya nanti," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Sebut Ancaman China di Ibu Kota Baru, Tengku Zul Seret Para Jenderal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed