Suara.com - Menteri Aparatur Pemberdayagunaan Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan aparatur sipil negara atau ASN yang akan pindah ke Ibu Kota Negara baru dari pegawai kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Jumlahnya 180 ribu ASN.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor Kementerian atau Lembaga pusat akan turut pindah ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur. Mereka semua bekerja di Jakarta.
Syafruddin mengatakan bahwa seluruh pekerja kementerian akan ikut pindah seiring dengan pindahnya pemerintahan pusat ke Kaltim. Jumlah itu juga mencakup untuk pegawai yang bekerja di sejumlah lembaga pusat, legislatif dan sebagainya.
"Kita sudah data yang berada di kementerian/lembaga dan badan-badan itu yang di tingkat pusat itu jumlahnya 180 ribu ASN," kata Syafruddin di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2019).
Syafruddin menangkis adanya hasil survei kalau sebagian besar ASN menolak untuk dipindahkan. Dirinya menegaskan bahwa sedari awal ASN memegang prinsip teguh untuk siap ditempatkan di daerah manapun sesuai dengan penugasan. Selain itu, soal penempatan tersebut juga sudah ditetapkan dalam undang-undang yang berlaku.
"Setelah dia kontrak dengan negaranya bahwa dua di mana pun dia ditempatkan akan siap, apalagi ada UUnya ada aturannya, ada PP nya nomor 11 tahun 2017 yang mengatur tentang itu semua," ujarnya.
Terkait dengan mekanismpe perpindahan ASN ke Kalimantan Timur, Syafruddin menerangkan bahwa nantinya akan ada beberapa langkah yang mesti ditempuh. Menurutnya, perpindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kaltim itu tidak perlu dibahas hingga gaduh karena sudah pernah diterapkan oleh sejumlah negara.
"Ada stepnya akan diatur Bappenas. Enggak langsung blek (tumplek)," ucapnya.
"Tentu ada step-stepnya, kita lihat ibu kota Australia Canberra, ibu kota Belanda Den Haag, yang terdekat Putra Jaya Malaysia. Kan enggak ribet-ribet amat, enggak gaduh tuh pindahnya, biasa-biasa saja," tandasnya.
Baca Juga: Bilang Ibu Kota Baru Mudah Dirudal China, Tengku Zul Panen Gambar Penis
Jokowi memutuskan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ada lima alasan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Pertama, risiko bencana sangat minimal, terutama dari banjir, tsunami, kebakaran hutan, dan gempa bumi. Kedua, kondisi di tengah-tengah Indonesia. Selain itu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara berdekatan dengan kota-kota yang berkembang, terutama Balikpapan. Jokowi juga menjelaskan, negara menyiapkan 180 ribu hektar di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Berita Terkait
-
Pemindahan Ibu Kota, Wakil Walkot Bogor: Beban Berat Lingkungan Berkurang
-
Bendungan Sepaku, Sumber Air Ibu Kota Negara Baru di Penajam Paser Utara
-
Desa-desa di Kaltim Naik Kelas Jadi Kelurahan saat Ibu Kota Negara Pindah
-
Partai Gerindra: Ibu Kota Baru RI Kenapa Tidak di Jonggol Saja?
-
Konsep Ibu Kota Negara Baru Forest City dan Smart City, Kabel Ditanam
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas
-
Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional
-
Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran
-
Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik
-
Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
-
Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?