Suara.com - Salah seorang pedagang kaki lima atau PKL di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Fitrianti (46) tak keberatan jika nantinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mematok pajak untuk PKL yang berjualan di trotoar atau pedestrian. Tapi Fitrianti meminta nilainya jangan terlalu besar.
Fitrianti saban hari berjualan nasi uduk, nasi kuning dan bubur di sepanjang Jalan Blora dekat Stasiun Sudirman. Keuntungan sampai Rp 600 ribu jika sedang banyak yang beli. Paling kecil keuntungannya Rp 350 ribu.
"Kalau misalnya untuk dana apa, nggak apa-apa. Nggak jadi masalah, yang penting kita aman saja nggak dikejar-kejar sama kantip (Satpol PP)," kata Fitrianti saat berbincang dengan Suara.com di tempat dia jualan.
Fitrianti mengusulkan pajak yang ditarik Pemprov DKI tidak lebih dari Rp 10 ribu perhari dagang. Atau juga Rp 200 ribu sebulan. Jika melebihi nilai itu, dia khawatir akan kehabisan modal untuk berjualan.
"Jadi kalau disuruh bayar, ya nggak apa-apa yang penting aman, jangan melampaui batas juga dananya," kata dia.
Fitrianti sudah jualan selama 4 tahun. Diusir Satpol PP, sudah biasa. Dia pun sudah berpindah-pindah berjualan. Fitrianti hanya bisa sabar jika diusir, menunggu berjualan jika sudah diperbolehkan.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI-Perjuangan, Ima Mahdiah mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ingin memberikan izin Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berdagang di trotoar. Ia menyatakan ada syarat khusus yang harus dipenuhi Anies jika ingin menerapkan kebijakan tersebut.
Syarat tersebut adalah dengan memberikan pajak retribusi bagi PKL yang berjualan di trotoar. Menurutnya hal ini perlu dilakukan agar tidak ada perbedaan dengan pedagang yang berjualan di toko. Menurutnya jika PKL di trotoar tidak dikenakan pajak retribusi, makan akan ada kecemburuan dari para pedagang di toko. Pasalnya, selama ini pedagang yang di trotoar juga sudah dikenakan pajak.
Selain itu, Ima yang dulunya merupakan staf mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok ini meminta ada tempat khusus bagi PKL jika berdagang di trotoar. Ia tidak ingin kebijakan ini menganggu para pejalan kaki. (Shifa Audia)
Baca Juga: Mantan Staf Ahok Usul PKL Kena Pajak Kalau Jualan di Trotoar
Tag
Berita Terkait
-
Mantan Staf Ahok Usul PKL Kena Pajak Kalau Jualan di Trotoar
-
Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki
-
Anies Izinkan PKL Berjualan di Trotoar, Eks Staf Ahok: Apakah Itu Adil?
-
Jejak Digitalnya Ditertawakan Gibran, Begini Balasan Anggota TGUPP Anies
-
Bantah PSI Soal Posko Pengaduan Warga Berhenti, Anies: Setiap Pagi Ada
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!