Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah telah berdialog dengan orang tua mahasiswa Papua yang sempat menarik anaknya pulang dari banyak daerah Indonesia.
Mereka ditarik pulang ke Papua setelah insiden persekusi serta ujaran rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, 16-17 Agustus 2019.
Wiranto mengklaim, banyak orang tua yang menyesal lantaran telah meminta anaknya pulang karena termakan isu adanya acaman terhadap anak-anak mereka.
Menurut Wiranto, alasan sebagaian besar orang tua menarik anaknya yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, lantaran khawatir atas isu ancaman diskriminasi dan rasial seperti di Surabaya, Jawa Timur.
"Nah ini isunya, isu yang digulirkan yang sampai kepada orang tua di sana. Jadi karena kekhawatiran itu kemudian mereka menarik anak-anak mereka kembali ke Papua," kata Wiranto saat membuka rapat koordinasi tingkat menteri di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).
Wiranto mengklaim, setelah dijelaskan, kekinian justru banyak orang tua mahasiswa Papua yang menyesal telah menarik anak-anaknya kembali.
Wiranto mengatakan, atas prakarsa Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pemerintah telah menyiapkan pesawat Hercules untuk mengangkut mahasiswa Papua kembali ke lokasi mereka menempuh pendidikan.
"Atas prakarsa Panglima TNI disiapkan angkutan Hercules untuk bisa mengangkut mereka kembali ke tempat-tempat mereka belajar dengan jaminan bahwa di tempat mereka tidak akan ada tekanan apa-apa," kata dia.
Baca Juga: Wiranto: Laporan Per 9 September, Papua dan Papua Barat Aman Kondusif
Berita Terkait
-
Polda Jatim Duga Ada Skenario Dibalik Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua
-
Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman Unggah Videonya
-
Inilah 1 dari 4 Ular yang Dilempar ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
-
Bukan 1 Tapi 2 Karung Isi Ular Dilempar ke Asrama Mahasiswa Papua
-
Bukan Cuma Dilempar Ular Piton, Mahasiswa Papua di Surabaya 2 Kali Diteror
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG