News / Nasional
Senin, 09 September 2019 | 15:26 WIB
Menkopolhukam Wiranto. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah telah berdialog dengan orang tua mahasiswa Papua yang sempat menarik anaknya pulang dari banyak daerah Indonesia.

Mereka ditarik pulang ke Papua setelah insiden persekusi serta ujaran rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, 16-17 Agustus 2019.

Wiranto mengklaim, banyak orang tua yang menyesal lantaran telah meminta anaknya pulang karena termakan isu adanya acaman terhadap anak-anak mereka.

Menurut Wiranto, alasan sebagaian besar orang tua menarik anaknya yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, lantaran khawatir atas isu ancaman diskriminasi dan rasial seperti di Surabaya, Jawa Timur.

"Nah ini isunya, isu yang digulirkan yang sampai kepada orang tua di sana. Jadi karena kekhawatiran itu kemudian mereka menarik anak-anak mereka kembali ke Papua," kata Wiranto saat membuka rapat koordinasi tingkat menteri di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Wiranto mengklaim, setelah dijelaskan, kekinian justru banyak orang tua mahasiswa Papua yang menyesal telah menarik anak-anaknya kembali.

Wiranto mengatakan, atas prakarsa Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pemerintah telah menyiapkan pesawat Hercules untuk mengangkut mahasiswa Papua kembali ke lokasi mereka menempuh pendidikan.

"Atas prakarsa Panglima TNI disiapkan angkutan Hercules untuk bisa mengangkut mereka kembali ke tempat-tempat mereka belajar dengan jaminan bahwa di tempat mereka tidak akan ada tekanan apa-apa," kata dia.

Baca Juga: Wiranto: Laporan Per 9 September, Papua dan Papua Barat Aman Kondusif

Load More