News / Metropolitan
Senin, 09 September 2019 | 17:33 WIB
Farid Nurrahman, Pengamat Tata Kota Institute Teknologi Kalimantan. (Suara.com/Shifa Audia)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengizinkan Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di trotoar. Namun wacana Anies itu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Pengamat Tata Kota Institut Teknologi Kalimantan, Farid Nurrahman, menyebut jika rencana Anies itu diterapkan bisa menjadi bencana.

Bencana yang dimaksud Farid adalah adanya PKL di trotoar akan mengganggu pejalan kaki. Karena itu ia meminta agar Anies membuat kajian yang matang untuk menerapkan kebijakan tersebut.

"Kalau misalnya alasannya tidak kuat, kajiannya tidak kuat, itu bisa jadi bencana juga," ujar Farid di Creative Hub #TemenanLagi, Kantor Yayasan Madani Berkelanjutan, Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

Meski demikian Farid menganggap rencana Anies itu sah-sah saja digulirkan. Namun ia mengingatkan kalau trotoar memang sejatinya dibuat untuk pejalan kaki.

Farid menegaskan, jika rencanan tersebut tetap mau diterapkan Pemprov DKI, sebaiknya Anies harus melakukan penyesuaian khusus.

"Ini bisa dilakukan adaptasi sesuai kawasannya. Dia tidak bisa kaku kalau memang kawasannya atau wilayahnya menuntut adanya perubahan desain," jelas Farid.

Salah satu kajian yang disarankan Farid adalah dengan menghitung kepadatan trotoar yang dilewati pejalan kaki. Jika kepadatannya rendah, maka menurutnya lebih baik trotoar itu dijadikan tempat bagi PKL berjualan.

PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

"Sebenarnya kalau bisa dikatakan padat ya jangan ditambah lagi, tapi kalau dia dalam kategori low mau ditambah fitur seperti PKL itu sah-sah saja," pungkasnya. (Shifa)

Baca Juga: Izinkan Pedagang Jualan di Trotoar, Anies: Jangan Berpandangan Anti PKL

Load More