Suara.com - Sempat beredar kabar bohong atau hoaks mengenai wafatnya Presiden ketiga RI, BJ Habibie. Pihak keluarga meminta agar tidak lagi ada pihak yang berbuat iseng.
Hal itu disampaikan oleh adik BJ Habibie, Sri Soedarsono seusai menjenguk sang kakak di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019). Sri mengaku heran ada pihak yang menyebarkan hoaks tersebut.
"Enggak tahu orang kok iseng begitu ya. Mbok jangan yang begitu isengnya ya," jelas Sri Soedarsono.
Kekinian, Habibie masih dalam masa perawaatan di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU). Karenanya, Sroi menyesalkan adanya pihak yang membuat hoaks terkait kondisi kakaknya itu.
"Orang suka ngomongnya yang enggak-enggak, hoaks-hoaks semua," jelasnya.
Mengenai kondisi Habibie, Sri menyebut sudah mulai membaik. Ia meminta agar masyarakat mendoakan kesembuhan untuk ilmuwan yang memiliki berbagai rancangan pesawat itu.
"Kondisi bapak membaik. Alhamdulillah," tuturnya.
Informasi meninggalnya mantan pemimpin Indonesia tersebut, awalnya beredar melalui sebuah pesan dalam sosial media Facebook yang kemudian disebarkan lebih jauh lagi melalui aplikasi obrolan elektronik WhatsApp.
Pesan tersebut mulai muncul Selasa dini hari sekitar pukul 00:00 WIB, namun dihapus pada pukul 05:00 WIB.
Baca Juga: Ernest Prakasa Doakan Kesembuhan BJ Habibie
Berita Terkait
-
Pukul 18.00 WIB Nanti Keluarga Ungkap Kondisi Habibie yang Sebenarnya
-
Ernest Prakasa Doakan Kesembuhan BJ Habibie
-
Aburizal Bakrie: Habibie Sudah Membaik, Tekanan Darahnya Sudah Meningkat
-
Update Kondisi Terkini BJ Habibie, Putra Bungsu: Doakan yang Terbaik Saja
-
Anies Baswedan Menjenguk BJ Habibie di RSPAD
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China