Suara.com - Mantan Wakil Panglima Pejuang Pro-Integrasi Timor Timur (Timor Leste) Eurico Barros Gomes Guterres atau Eurico Guterres menilai BJ Habibie orang hebat. Meskipun Presiden RI ke-3 tersebut pernah melepaskan Timor Timur dari pangkuan NKRI.
Secara umum, ia mengakui, masih banyak warga eks Timor Timur yang sampai saat ini masih belum menerima terpisahnya Timor Timur dari Indonesia. Bahkan kata dia, masih banyak juga yang masih membenci Almarhum BJ Habibie karena memang pada zaman pemerintahan BJ, Habibie-lah Timor Timur lepas dari pangkuan NKRI.
"Secara pribadi saya menilai beliau adalah orang yang hebat, dan saya mendoakan agar beliau tenang di sana," tutur mantan Komandan Milisi Aitarak-Dili semasa perjuangan mempertahankan Timor-Timur itu di Kupang, Kamis (12/9/2019).
"Mereka menilai pada saat itu Almarhum BJ Habibie membuat keputusan yang keliru. Tetapi sebagian besar juga sudah menerima hal tersebut. Dan itu memang kenyataannya," lanjut dia.
Namun kata Eurico tidak baik jika terus-menerus menyalahkan orang yang sudah meninggal. Apalagi, lanjut dia keputusan yang diambil pada saat itu adalah keputusan yang memang sangat dilematis bagi seorang kepala negara.
Eurico mengatakan bahwa dirinya sudah mengenal lama Presiden RI ke-3 tersebut, apalagi saat perjuangan mempertahankan Timor-Timur ia sering berdiskusi bersama Almarhum BJ Habibie soal Timor Timur.
Ia menilai bahwa jika ada orang lain seperti Habibie, tentu saja tak akan ada yang bisa seperti sosok yang kini dikenal sebagai bapak Demokrasi itu.
"Saya mengenal Pak Habibie juga sebagai seorang yang jenius bagi bangsa ini. Orang seperti ini jarang lagi ditemukan saat ini," katanya.
Sementara itu Mantan Juru Bicara Pro-Otonomi Florencio Mario Vieira mengatakan, mayoritas rakyat Timor Timur pro-Indonesia yang beragama Katolik, pasti memaafkan dan mendoakan almarhum BJ Habibie agar hidupnya tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Baca Juga: Kenang Sifat Jenaka BJ Habibie, Cucu Unggah Video Lawas: My Cutest Eyang
"Keputusan Habibie melaksanakan jajak pendapat di Timur Timur bagi pihak pro-kemerdekaan pasti gembira, sedangkan yang pro-Indonesia pasti merasa kecewa, tetapi sebagai warga Timur Timur pro-NKRI yang menetap di Indonesia pasti memaafkan dan mendoakan almarhum," ujar dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Menko Yusril Beberkan Alasan Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Bisa Masuk Peradilan Umum
-
Militer Israel Tembaki Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Resmi Berlaku
-
Usai Lawatan ke Eropa, Prabowo Langsung Tancap Gas Bahas Program Prioritas di Ratas
-
Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum
-
Kepada Bahlil, Prabowo Perintahkan Sikat Tambang Ilegal di Hutan: Diberi Waktu Satu Minggu
-
Israel Pertahankan Zona Keamanan 10 Kilometer di Lebanon Selama Masa Gencatan Senjata
-
Israel dan Lebanon Hentikan Kontak Senjata Selama 10 Hari untuk Memulai Proses Diplomasi
-
TNI AD Bangun 300 Jembatan dalam 3 Bulan, KSAD Laporkan Langsung ke Prabowo
-
Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini
-
Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata