Suara.com - Dua warga bernama Laode Alwi dan Sattiar B alis Midun tewas diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) di Kampung Amunggi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (26/9/2019).
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengaku telah menerima laporan terkait kasus tersebut. Penembakan terhadap dua korban yang bekerja sebagai tukang ojek itu terjadi di depan Jembatan Gantung Muara Kampung Amungi Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak siang hari.
"Identitas pelaku adalah KKB wilayah setempat dengan dua orang warga yang menjadi saksi," katanya seperti dikuti Antara, Jumat (27/9/2019).
Saat ini, menurut Kamal, aparat TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap KBB pimpinan Penny Murib yang diduga sebagai pelaku penembakan.
"Saat ini personel gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB," katanya.
Kamal mengatakan kedua jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing sambil menunggu keluarga korban.
"Kedua jenazah diterbangkan dengan pesawat Enggang Air Service, jenis Grand Caravan C208B/PK-RSD dengan Pilot Capt Irela Yudiasto," katanya.
Berita Terkait
-
Tewas di Depan Steam Motor, Polda Papua Bantah Andi Mote Korban Penembakan
-
Diduga Sengaja, Polisi Telisik Pembakar Kantor Milik Pemkab Yalimo Papua
-
Rumah Dibakar Massa, Satu Keluarga di Wamena Tewas Terpanggang
-
Korban Tewas Kerusuhan di Wamena Bertambah Jadi 22 Orang, Satu Kritis
-
Selain Curanmor, Ketua KNPB Agus Kossay Ditangkap karena Kasus Makar
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin