Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menyelidiki penyebab kematian Maulana Suryadi, (23), juru parkir yang tewas akibat kerusuhan pecah di Jakarta buntut dari bentrokan pendemo DPR dengan aparat kepolisian.
Menanggapi hal itu, Mabes Polri bersikukuh bahwa Maulana meninggal karena sakit, bukan karena kekerasan dari aparat kepolisian.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menerangkan penyebab tewasnya Maulana sudah disampaikan oleh Polda Metro Jaya dengan didukung keterangan riwayat kesehatan yang disampaikan pihak keluarga.
"Yang bersangkutan berdasarkan keterangan dari keluarganya memang jadi sakit bawaan asma," kata Asep di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).
Oleh karena itu, Asep menegaskan sekali lagi bahwa penyebab meninggalnya Maulana pun sudah terkonfirmasi bahkan oleh keluarganya langsung. Asep menerangkan bahwa Maulana meninggal bukan karena kekerasan.
"Yang jelas bukan karena suatu bentuk kekerasan yang bersangkutan dan itu sudah terkonfirmasi oleh keluarganya," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Maspupah (49), ibunda dari Maulana mengaku tidak akan menempuh jalur hukum meski anaknya tewas mengenaskan setelah mengikuti aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (25/9/2019).
Salah satu alasan Maspupah tidak akan menempuh jalur hukum lantaran sadar dirinya hanya lah orang kecil. Meski demikian, ia merasa kematian putranya itu penuh kejanggalan.
"Kita kan orang kecil, sedangkan dia kan polisi, anggota, berat kan," ujar Maspupah saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).
Baca Juga: Anak Tewas Usai Ikut Demo, Ibunda Maulana: Saya Orang Kecil, Dia Polisi
Terkait kejanggalan kematian anaknya, Maspupuh menduga karena ada perlakuan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian.
Untuk saat ini Maspupuh mengaku hanya ingin mengetahui pasti apa penyebab kematian anaknya itu.
Meski mengaku tidak akan menempuh jalur hukum, Maspupah tidak akan terima jika ternyata anaknya itu meninggal akibat dianiaya oknum aparat.
"Kalau saya pengen tahu saja, ungkap pengen tahu penjelasan bagaimana omongan polisi, kenapa anak saya dipukulin sampai meninggal, gitu saja pengen tahu saja," ucapnya.
Berita Terkait
-
Berikan Amplop ke Keluarga Korban Demo DPR, Polda: Uang Duka
-
Pendemo DPR Berkafan Darah, Penggali Kubur Bergidik, Keluarga Histeris
-
Anak Tewas Usai Ikut Demo, Ibunda Maulana: Saya Orang Kecil, Dia Polisi
-
Cerita Tewasnya Maulana saat Demo DPR, Ini Kejanggalan Versi Keluarga
-
Korban Tewas Demo DPR, Kata Maaf dan Pijatan Terakhir Maulana untuk Ibunda
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Cetak Kartu SNBP 2026
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag