Suara.com - Ibu kota Indonesia, DKI Jakarta menduduki posisi ketiga sebagai daerah yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia, Kamis pagi (10/9).
Berdasarkan data dari laman AirVisual.com pada pukul 05.30 WIB kualitas udara Jakarta saat ini mencapai angka 170 berdasarkan AQI atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat.
Angka tersebut naik 6 poin dari posisi minggu lalu dengan perolehan 164 berdasarkan AQI.
Peringkat tersebut setara dengan nilai polutan sebesar 92.2 µg/m³ dengan perimeter PM 2.5.
Kualitas udara terburuk pertama ditempati oleh kota Hanoi di Vietnam dengan nilai 175 berdasarkan AQI atau setara dengan PM2.5 sebesar 102.7 µg/m³ dengan status udara tidak sehat.
Disusul oleh negara India yaitu kota Delhi pada peringkat kedua dengan indeks kualitas udara sebesar 172 atau setara 96.2 µg/m³.
Di posisi keempat Kota Lahore di Pakistan memiliki kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI sebesar 159 atau setara PM2.5 sebesar 70.9 µg/m³.
Kota Dubai yang pada pekan lalu menempati posisi ketiga turun ke posisi kelima namun tetap memiliki kualitas udara yang tidak sehat dengan AQI 157 setara dengan PM2.5 sebesar 66.5 µg/m³.
Kelima negara tersebut memiliki status udara tidak sehat dan masyarakat lebih disarankan untuk beraktivitas di dalam ruangan.
Baca Juga: Pagi di Awal Oktober, Kualitas Udara Jakarta Nomor 6 Terkotor di Dunia
Jika masyarakat ingin beraktivitas di luar ruangan, pemakaian masker dianjurkan agar tidak terpapar partikel halus udara yang berbahaya bagi kesehatan saluran pernafasan.
Sejak Agustus 2019, masyarakat Jakarta harus menghirup udara dengan kualitas udara yang buruk berdasarkan laporan kualitas udara di situs AirVisual.com.
Kualitas buruk ini berakhir di meja hijau oleh kelompok masyarakat bernama Ibu Kota yang menggugat 7 jabatan penting di Indonesia, dua di antaranya adalah Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta. (Antara)
Berita Terkait
-
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Keempat di Dunia
-
Pagi di Awal Oktober, Kualitas Udara Jakarta Nomor 6 Terkotor di Dunia
-
Ajang GBK Race Disebut Langgar Visi Misi GBK, Pengelola Singgung Anies
-
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk ke 2 di Dunia, Pakai Masker!
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Penurunan Kualitas Udara di 6 Provinsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup