Suara.com - Keterangan Mabes Polri yang menyatakan Akbar Alamsyah alami luka parah sampai koma dan akhirnya meninggal dunia karena jatuh dari pagar di depan Restoran Pulau Dua, dekat kompleks DPR/MPR saat hendak menghindari kerusuhan dinilai janggal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Bahkan dari hasil penelusurannya, KontraS menemukan sejumlah kejanggalan terkait penyebab kematian Akbar.
Kabiro Pemantauan dan Penelitian KontraS Rivanlee Anandar mengatakan keterangan yang diungkapkan pihak keluarga Akbar bertolak belakang dengan pihak kepolisian.
"Kami melakukan koordinasi dengan keluarga korban bahwa Akbar dinyatakan hilang sejak tanggal 25 September, karena pada tanggal itu Akbar sedang bersama rekan-rekanya mengikuti aksi dan terpisah saat aksi berlagsung, setidaknya pada pukul 01.00 malam," ungkap Rivanlee di Kantor KontraS, Senen, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).
Kabar Akbar tak terdengar selama dua hari hingga tanggal 27 September tetangganya mendapat informasi bahwa Akbar berada di Polres Jakarta Barat.
"Sebelum ke Polres Jakbar, keluarga Akbar mendatangi Polda Metro jaya untuk memastikan apakah betul Akbar ada di Polres Jakbar," katanya.
Sesampainya di Polres Jakbar, keluarga pun tidak menemui Akbar, mereka lantas menitipkan makanan yang dibawa ke petugas sel tahanan.
"Namun, sang kakak diberitahukan oleh petugas di sana bahwa Akbar tidak bisa ditemui dan makanannya di tinggal di depan sel tahanan," kata Rivanlee.
Setelah dari Polres Jakbar, keluarga mendapat informasi baru bahwa Akbar tengah berada di Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Pusat.
"Keesokan harinya keluarga akbar mendatangi RS Pelni dan mengecek keberadaan akbar. Dan, ternayta benar akbar sejak tanggal 26 malam dini hari sudah ada di RS Pelni dan dinamai Mr. X karena tidak ada identitasnya," lanjutnya.
Baca Juga: Akbar Tewas saat Demo DPR, Sang Kakak: Saya Ingin Ketemu Pelakunya
Lagi-lagi upaya keluarga untuk bertemu Akbar kandas karena ternyata Akbar sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk perawatan intensif terhadap luka di kepalanya.
Kedatangan keluarga Akbar di RS Polri juga tak semulus yang diharapkan, Akbar yang tengah berada di ICU belum bisa ditemui.
"Sampai-sampai keluarga korban harus dijaga ketat oleh kepolisian untuk bertemu dengan akbar sampai dia (Akbar) dipindah ke RSPAD Gatot Soebroto untuk perawatan yg lebih intensif sampai akhirnya akbar meninggal beberapa waktu lalu," tuturnya.
KontraS melihat proses ini sebagai bentuk kejanggalan, sebab keterangan dari petugas di Polres Jakbar berbeda dengan keterangan RS Pelni.
"Polres Jakbar itu mengiyakan bahwa ada Akbar di Polres Jakbar. Sedangkan, keterangan dari dokter akbar sudah ada di RS Pelni sejak 26 Sept dini hari. Ini bertentangan sekali dengan pihak kepolisian," ucapnya.
Selain itu, keluarga juga menemui wajah Akbar lebam-lebam dan memar hingga koma yang sangat sulit diselaraskan dengan keterangan Mabes Polri yang menyebut Akbar hanya terjatuh dari pagar.
Berita Terkait
-
Jokowi Didesak Tekan Kapolri Usut Kejanggalan Tewasnya Pendemo DPR
-
Akbar Tewas saat Demo DPR, Sang Kakak: Saya Ingin Ketemu Pelakunya
-
Kondisinya Tak Dikenali, Detik-detik Keluarga Temukan Akbar Alamsyah
-
Demo Berdarah DPR, Polisi: Akbar Ditemukan Terkapar di Trotoar
-
Korban Demo DPR Tewas, Polisi Sebut Akbar Sempat Berstatus Tersangka
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta