Suara.com - Nama Budiman Sudjatmiko akhir-akhir ini ramai diperbincangkan karena membandingkan Awkarin dengan Tri Mumpuni. Kali ini dia jadi omongan kembali setelah Ananda Badudu mengomentari cuitannya.
Mantan Vokalis Banda Neira Ananda Badudu menanggapi cuitan politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. Ananda menyebut Budiman punya power tapi dia diam saja.
Komentar ini berawal dari cuitan Budiman yang menyebut soal penyakit laten orang-orang pintar. Dia juga mengatakan kalau orang Indonesia kurang melakukan pemikiran yang kritis.
"Saya jadi melihat kita diam-diam mengidap penyakit laten bahkan di antara orang-orang pintar & free thinker versi NKRI: tak ada tradisi critical & analytical thinking..Persis yang pernah kukeluhkan bulan lalu: tradisi filsafat analitis Inggris kurang digeluti di sini," tulis @budimandjatmiko pada Senin (14/10/2019).
Menurut Ananda Badudu, penyakit laten orang-orang pintar ini bisa ada karena mereka yang punya kuasa hanya diam saja.
"Boro boro critical & analytical thinking pak, baru mau diskusi aja udah dibubarin. Buku masih dipajang di toko udah disweeping. Masih tanya kenapa ga ada budaya kritis? ya karena bapak dkk yang punya power dan posisi diam saja melihat semua itu," balas @anandabadudu.
Cuitan tersebut telah mendapatkan lebih dari 4 ribu retweet dan 6 ribu like sejak diunggah Senin (14/10/2019).
Ananda Badudu juga sempat mendukung Awkarin yang dibandingkan Budiman Sudjatmiko dengan Tri Mumpuni.
"Maju terus Awkarin, we love you," cuit Ananda.
Baca Juga: Nyinyir di Medsos Soal Penusukan Wiranto, Guru PNS di Serang Kena SP
Mengenai buku disweeping sebagaimana disinggung Ananda Badudu, kejadiannya pernah terjadi di bulan Agustus lalu. Buku-buku berbau komunis disita ormas.
Seperti yang dilakukan ormas yang menamakan diri Brigade Muslim Indonesia (BMI) saat melakukan razia di toko buku Gramedia di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto saat mereka melakukan sweeping buku berbau komunis ini tersebar di media sosial dan mendapat banyak kritik.
Sebab buku yang mereka sita justru buku karya Romo Magnis yang mengungkapkan bahwa sang penulis menyampaikan kritik dan pandangannya yang berlawanan dengan Marx dan komunis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
-
Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga
-
Momen Prabowo Laksanakan Salat Id Hingga Halalbihalal dengan Masyarakat Aceh Tamiang
-
Viral! Dikabarkan Tewas Sejak 2019, Sosok Ini Sangat Mirip Jeffrey Epstein, Apakah Ia Masih Hidup?
-
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
-
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gabung Warga Huntara di Masjid Darussalam
-
Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita
-
Megawati Rayakan Lebaran Bersama Keluarga dan Sahabat, Beri Pesan soal Persaudaraan
-
Wapres Gibran Salat Bersama Jan Ethes di Masjid Istiqlal
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus