Suara.com - Diduga Terlibat Pelangggaran Berat, KontraS Minta Jokowi Tak Pilih Wiranto dan Prabowo Sebagai Menteri
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meminta Presiden Jokowi tidak memasukkan Wiranto dan Prabowo Subianto dalam menteri kabinet jilid II.
KontraS berharap, aktor-aktor yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas pelangggaran HAM berat masa lalu tidak dipilih Jokowi sebagai menteri.
Deputi Koordinator KontraS Feri Kusuma meyakini, mayoritas masyarakat Indonesia yang memahami persoalan bangsa akan keberatan kalau figur yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas pelangggaran HAM berat masa lalu tersebut dipilih menjadi menteri.
"Siapa pun namanya, termasuk Pak Wiranto, tentu kami berharap tidak ada lagi nama-nama yang terlibat dalam kejahatan HAM, korupsi, dan sebagainya, dalam kabinet Pak Jokowi," kata Feri saat jumpa pers di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).
Selain Wiranto yang ketika diduga melanggar HAM saat menjabat sebagai Panglima ABRI, KontraS pun meminta Jokowi untuk tidak memilih Prabowo sebagai menteri.
Sebab, eks Danjen Kopassus tersebut diduga turut terlibat dalam pelangggaran HAM berat tragedi 1998, tatkala menjabat sebagai Pangkostrad.
"Jadi harus bersih, Pak jokowi benar-benar memperhitungkan persoalan ini, tidak menempatkan orang seperti Pak Wiranto dalam kabinetnya. Termasuk Pak Prabowo, dia bertangung jawab, terhadap kasus penghilangan orang secara paksa," tegasnya.
Untuk diketahui, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto digadang-gadang akan menjadi Menteri Pertahanan di kabinet jilid II Jokowi.
Baca Juga: Eks Menteri Wiranto Mendadak Datangi Kantornya, Lalu Pulang Lagi ke RS
Prabowo sendiri baru saja tiba di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019) sore ini. Prabowo datang ke Istana di tengah Presiden Jokowi lagi sibuk bertemu dengan calon menteri.
Berita Terkait
-
Eks Menteri Wiranto Mendadak Datangi Kantornya, Lalu Pulang Lagi ke RS
-
Prabowo Lempar Senyum ke Istana, Akan Ikut Wawancara Menteri Jokowi?
-
Prabowo Merapat ke Istana, Pakai Baju Putih Seperti Calon Menteri
-
KontraS: Periode Pertama, Jokowi Gagal Tepati Janji Penuntasan Kasus HAM
-
Prabowo Bakal Sambangi Istana Penuhi Undangan Jokowi, Jadi Menhan?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan