Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Jakpus) mengakui tak ada anggaran untuk pengadaan foto baru Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin selaku Presiden dan Wakil Presiden baru periode 2019-2024. Untuk pengadaan foto itu, pihak Pemkot harus menganggarkan sendiri.
Polemik soal anggaran foto Kepala Negara di kantor pemerintahan ini sebelumnya bermula dari Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Anggaran untuk pengadaan foto dianggap sebagai penyebabnya meskipun dibantah oleh Wali Kota Jakut, Sigit Widjatmoko.
Namun Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengakui anggaran untuk pengadaan foto baru presiden dan wapres memang tidak ada. Meskipun di kantornya sendiri diakuinya sudah terpasang foto Jokowi - Ma'ruf terbaru.
"Ya emang enggak ada kan (anggaran untuk pengadaan foto) di umum. Paling kalau anggaran khusus buat foto enggak ada," ujar Irwandi saat dihubungi.
Untuk ditingkat kelurahan, Irwandi mengatkan untuk pengadaan foto harus menggunakan biaya sendiri. Menurutnya memang setiap tahun seperti itu kecuali untuk foto Gubernur.
"Iya (dana) sendiri, enggak boleh dianggarkan foto-foto begitu kecuali foto Gubernur dibagi-bagi kalau dari Provinsi. Ini kan enggak tahu, ini (foto Presiden - Wapres) enggak dianggarkan," jelasnya.
Ia mengakui masih ada kelurahan yang belum memajang foto baru Jokowi-Ma'ruf di kantornya. Pasalnya penyediaan figura itu harus sesuai ketentuan Setneg dan terbatas penyediaannya.
"Semoga minggu ini sudah bisa dibeli, saya imbau minggu ini dipasang foto fotonya," pungkasnya.
Baca Juga: Calon-calon Menteri Jokowi Sambangi Istana Negara
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim