Suara.com - Jaksa Agung Sanitar Burhanuddin mengatakan pihaknya bakal menjadikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat sebagai prioritas. Kejaksaan Agung akan mendalami kasus-kasus tersebut secara menyeluruh.
ST Burhanuddin menyebut kasus pelanggaran HAM berat yang banyak terjadi belum memenuhi persyaratan berkas. Jika nantinya syarat formil tidak terpenuhi, maka Kejaksaan Agung tak bisa berbuat banyak.
"Ya tentu kita akan buat skala prioritas. Dan itu termasuk program prioritas (100 hari ke depan). Tapi Kasus HAM ini kan masih alot belum memenuhi syarat materil, formil. Ya tentu kita clear berkas, apabila syarat formil materil tidak terpenuhi ya nuwun sewu," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019).
Selain kasus pelanggaran HAM berat, Kejaksaan Agung memastikan akan mengejar buronan kelas kakap yang berada di luar negeri. Nantinya, Kejaksaan Agung akan memilahnya satu per satu.
"Semua (buron) kalau ditanya berapa lama, kan pekerjaanya banyak. Tentunya kami pilah-pilah dulu," kata dia.
Burhanuddin menambahkan, pihaknya akan bekerja cepat dalam menangani kasus dalam 100 hari ke depan. Salah satunya, menangani kasus yang kekinian masih mangkrak.
"100 harian yang penting kita perintahnya kerja, cepat," kata Burhanuddin.
Berita Terkait
-
Menkopolhukam Mahfud MD Akan Bahas Kasus HAM, Tak Janji Dituntaskan
-
Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, KontraS: Bagai Berlian di Kubangan Lumpur
-
Prabowo jadi Menhan, Jokowi Dinilai Pupuskan Asa Keluarga Korban Kasus HAM
-
Prabowo Subianto Jadi Menhan, YLBHI: Noda Kelam dalam Sejarah Bangsa
-
Soal Langkah Penanganan Perkara, Ini Kata Jaksa Agung ST Burhanuddin
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah
-
Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021
-
Soroti Angkot Ngetem Picu Macet, Pramono Anung Bakal Tambah Armada Mikrotrans dan JakLingko
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya