Suara.com - Eks Menteri Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Indonesia Rizal Ramli mengomentari jajaran yang memperkuat sektor kemaritiman Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Sektor tersebut dikomando oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dengan para punggawa yang terdiri dari: Arifin Tasrif (Menteri ESDM), Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan), Wishnutama (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan).
Dalam acara Kupas Tuntas bertema Wajah Baru 'Pembantu' Jokowi yang disiarkan CNN Tv, Rizal "menguliti" satu per satu menteri tersebut, Jumat (25/10/2019).
Ia menyebut Arifin Tasrif sebagai sosok potensial di jajaran kabinet.
"Dia profesional bagus cuma enggak keliahatan, under evaluated. Tapi saya kira dia bisa delivered dalam banyak hal," kata Rizal Ramli,
Sementara itu, Budi Karya Sumadi yang meneruskan jabatan sebelumnya sebagai Menteri Perhubungan dianggap masih punya PR khususnya tentang harga tiket pesawat.
"Budi lumayan kinerjanya selama ini, walaupun dia enggak mampu menertibkan harga pesawat. Jadi Budi jangan terlalu dekat dengan bos dua pesawat, duopoli Garuda dan Lion Air," imbuhnya.
Menurut Rizal, dalam kekuasaan duopoli, mestinya harga pesawat ditentukan secara regulated prize, bukannya berkompetisi dan merugikan rakyat.
Selanjutnya, ada nama Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan pengganti Susi Pudjiastuti.
Baca Juga: Bank Indonesia Patahkan Harapan Jokowi soal Pertumbuhan Ekonomi
Rizal Ramli berharap, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu bisa mempertahankan reputasi kinerja menteri sebelumnya.
"Dia harus usahakan peningkatan kapasitas tangkap dan armada tangkap asli Indonesia. Bukan bikinan asing, tapi dikasih bendera Indonesia. Mudah-mudahan kita bisa bangun dalam lima tahun ke depan,” sambungnya," sambungnya.
Berpindah ke sosok wajah baru kabinet yakni Wishnutama, Rizal Ramli menyimpan kekhawatiran soal anggaran yang dialokasikan untuk promosi pariwisata.
Sebab baginya, bos Net Tv dekat dengan ranah public relation (PR), jadi perlu membuktikan perannya.
"Ini mah bagian PR doang, saya khawatir, budget untuk promosi di pariwisata itu gede banget. Jangan-jangan nanti sibuk buat promosi doang tapi policy untuk pariwisata dia harus belajar. Mudah-mudahan cukup terbuka mau belajar," kata Rizal Ramli.
Terakhir, pria yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama BUMN itu mengomentari Siti Nurbaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun