Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Komisaris Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri, Jumat (1/11/2019).
Sebelumnya, Idham Azis dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan. Secara aklamasi, Komisi III DPR pun menyetujui eks Kapolda Metro Jaya tersebut sebagai Kapolri.
Pun setelah dilantik menjadi Kapolri, Idham Azis naik pangkat dari Komjen menjadi Jenderal berdasarkan Keppres No 98 Polri tentang Kenaikan Pangkat dalam jabtan Perwira Tinggi Polri.
Bersamaan dengan jabatan barunya, sosok Idham Azis pun mencuri perhatian khalayak.
Banyak yang dibuat penasaran dengan harta kekayaan pria yang menguasai bidang reserse tersebut.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir dilaporkan pada 8 Maret 2019 di situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Idham Azis tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp5.513.808.813.
Idham Azis melaporkan harat kekayaannya saat menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
Bila dirinci, total harta kekayaan Idham Azis berasal dari beberapa kategori.
Ia memiliki sembilan aset tanah dan bangunan senilai Rp3.458.973.000. Harta tersebut tersebar di Kota Depok, Jawa Barat dan Kendari, Sulawesi Selatan, tempat kelahirannya.
Baca Juga: Tamam, WNI Tewas di Trotoar Kuala Lumpur karena Antre Urus Paspor
Selain itu, Idham Azis juga memiliki dua kendaraan roda empat, masing-masing bermerek Toyota Innova Venturer dan Kijang Innova, yang bila dijumlah senilai Rp730.000.000.
Selanjutnya, Idham Azis memiliki aset harta bergerak lainnya, yang mencapai Rp490.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp834.871.813.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029