Suara.com - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menjelaskan kondisi terkini di Papua pasca kerusuhan.
Hal ini disampaikan Pigai dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Macan Idealis milik Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy pada Minggu (3/11/2019).
Dalam video itu, Vasco bertanya kepada Natalius Pigai perihal kondisi terkini di Papua pasca kerusuhan.
Vasco juga meminta penjelasan terkait kabar yang menyebutkan orang Minang dijadikan sasaran dalam kerusuhan di Wamena.
"Saya agak terganggu juga ini, saya kan orang Minang, pertanyaan saya kepada Kak Piagai, kenapa orang Minang yang dihajar di sana?" tanya Vasco.
Natalius Pigai menjelaskan, dirinya sangat dekat dan sering bekerja bersama dengan orang Minang.
Ia heran bagaimana bisa muncul kabar yang menyebutkan bahwa orang Minang menjadi sasaran dalam kerusuhan di Wamena.
Pria berusia 44 tahun ini pun meluruskan kejadian yang sebenarnya terjadi. Ia menyebut bahwa sebenarnya orang Papua itu tidak terlalu mengenal Suku Minang.
"Satu suku yang sangat tidak familiar di Papua itu adalah suku Minang. Saya sudah 25 tahun di Jawa, saya tahu suku nama Minang itu pun mungkin 15 tahun yang lalu," ujar Natalius Pigai.
Baca Juga: Akan Diinterpelasi, PDI Perjuangan Pasang Badan untuk Risma
Pigai menyebut bahwa ia telah melakukan investigasi terkait kabar yang menyebut orang Minang menjadi sasaran.
"Indikator yang saya ambil adalah berapa warung Padang di Wamena yang dirusak? Saya dapat informasi orang saya di sana, tidak ada warung Padang yang rusak," ucap Pigai.
Vasco lalu bertanya, "Jadi nyatanya bukan spesifik kepada orang Minang di situ?"
Pigai pun menjelaskan bahwa kata-kata 'Minang' keluar pertama kali dalam kasus kerusuhan di Papua disebutkan oleh politisi Partai Golkar Indra Jaya Piliang dan DR. Syahganda Nainggolan.
"Apa yang mereka tulis, ya wajar, saya kira mereka kan ilmuwan, mereka kan sosiolog, tetapi kenapa dalam tulisan mereka kata-kata Minang itu muncul?," Pigai berpendapat.
"Lalu yang berikut, siapa yang mem-viral-kan peristiwa Wamena itu membunuh sasarannya sama Minang? Sedangkan orang Papua saja, apalagi Wamena, orang Papua sekelas kita tidak banyak kenal orang Minang," imbuhnya.
Pria kelahiran 28 Juni 1975 ini meyakini ada oknum yang ingin memecah stabilitas nasional dengan cara seperti itu.
"Ini saya tidak menuduh Indra Piliang dengan DR. Syahganda Nainggolan. Tapi bahwa ada invisible hand man yang mengangkat mem-viral-kan opini bahwa di Wamena itu menyerang orang Minang," ucapnya.
Menurut Pigai, ada orang yang sengaja memicu amarah orang Minang dengan memainkan isu tersebut sebab persatuan orang Minang itu juga kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas