Reza Gunadha | Rifan Aditya
Senin, 04 November 2019 | 13:58 WIB
Protes penebangan pohon di Jakarta (twitter @waltonkate dan @budimandjatmiko)

Suara.com - Penebangan pohon di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, mendapat protes dari sejumlah pihak termasuk aktivis dan politikus. Foto pohon yang ditebang itu menjadi viral di media sosial.

Akun Twitter @kemalarsjad adalah pihak pengunggah foto pohon besar yang ditebang di depan Stasiun Cikini, tepatnya di sepanjang Jalan Pegangsaan Timur. Ia juga menyebut Gubernur Anies Baswedan dalam unggahan tersebut.

"Mantap Koh Anies Baswedan bin Aica Aibon, pohon-pohon rindang yang sudah puluhan tahun di Cikini di tebang habis. Cicik Marco Kusumawijaya sama Elisa yang saraninkah? Atau cuma magabut abisin APBD doang? SJW Lingkungan Hidup, mana suaranya?" tulis @kemalarsjad di Twitter pada Senin (4/11/2018).

Ia juga menunjukkan foto bekas pohon yang ditebang. Tampak pohon besar itu hanya tersisa bagiang pangkal dan akarnya saja.

Protes penebangan pohon di Jakarta (twitter @waltonkate dan @budimandjatmiko)

Cuitan itu menjadi viral dan mendapat banyak respons warganet. Lebih dari seribu retweet dan like dibubuhkan pada unggahan itu.

Aktivis feminis sekaligus penulis asal Australia, Kate Walton ikut menanggapi hal ini. Ia sangat menyayangkan penebangan pohon apalagi akan sudah mulai musim penghujan.

"Jakarta hanya suka menebang pohon-pohon tua dengan alasan bahwa pohon itu dikhawatirkan tumbang di musim hujan. Membuatku sangat sedih," ucap Kate Walton melalui akun Twitter-nya.

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko juga menanggapi kejadian ini. Ia mengaku jengkel saat tahu ada pohon di perkotaan ditebang.

"Saya selalu jengkel jika ada yang yang menebang habis pohon-pohon rindang di perkotaan," tulis Budiman Sudjatmiko lewat akun Twitter pribadinya.

Sementara itu, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Marco Kusumawijaya memberikan penjelasan terkait penebangan pohon yang dilakukan di beberapa wilayah di Jakarta.

Penjelasan Marco Kusumawijaya terkait penebangan pohon di beberapa daerah Jakarta (twitter @elisa_jkt dan @mkusumawijaya)

Marco, melalui cuitan Twitter, menjelaskan bahwa pohon itu ditebang atas permintaan warga karena keropos.

"Tadi saya dapat penjelasan dari Kadis Kehutanan DKI, Keropos. Ditebang atas permintaan warga. Kelemahan angsana keropos kalau sudah tua. Dulu ditanam untuk kejar tayang. Akan diganti dengan yang lebih baik dan berbunga," ucap Marco.

"Beringin di Cikini itu ternyata tadinya ditanam di pot. Pot pecah akarnya masuk ke dalam trotoar, maka tidak dalam dan tidak dapat ruang yang cukup. Baru tahu," imbuhnya.

Read more...