Suara.com - Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menanggapi tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut dirinya mencari panggung. William menegaskan bahwa ia dan partainya tidak mencari sensasi.
Hal ini disampaikan William dalam video Youtube Ruhut P Sitompul yang diunggah pada Minggu (3/11/2019).
Ruhut bertanya kepada William, "Dari hati kau yang paling dalam, kau dibilang anak baru, cari panggung, gimana tanggapan kau dengan kritisi Anies Baswedan?"
William menjawab tudingan itu. Ia merasa dirinya hanya menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD yang punya fungsi pengawasan dan budgeting.
"Saya ini cuma melaksanakan sumpah jabatan saya. Sebagai anggota DPRD memang tugas saya mengawasi dan ketika ada anggaran-anggaran yang aneh, saya sebagai bawahannya rakyat, yang dipilih rakyat saya harus teriak dong. Karena itu uang rakyat bukan uang saya," ucap pria yang berusia 23 tahun ini.
Ia menyebut dirinya dan PSI tidak mencari sensasi dengan mengungkap kontroversi anggaran RAPBD DKI Jakarta tersebut.
"Orang sudah bersurat dari bulan Agustus tapi sampai sekarang belum ditanggap-tanggapi. Jadi kami enggak mau cari sensasi juga," imbuhnya.
William mengaku telah memberikan surat kepada pemerintah DKI Jakarta agar anggaran RAPBD segera diunggah ke situs resminya.
"Kami, PSI itu sebenarnya sudah bersurat ke Bapeda dan Pak Gubernur agar APBD diunggah ke website, itu awal bulan Agustus. Lalu tiba-tiba tanggal 11 Oktober diunggah itu bang RAPBD 2020, tetapi sore harinya langsung di-take down," cerita William.
Baca Juga: Pagi-pagi Kantor Sri Mulyani Digeruduk Pendemo, Tolak Kenaikan Cukai Rokok
Berdasarkan ceritanya, data RAPBD ini masih ada di website, sebab yang dihapus hanya tombol "2020" di situs. Inilah yang menyebabkan William bisa mengakses RAPBD 2020 tersebut.
Kontroversi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta mulai menjadi sorotan saat William menemukan anggaran aneh pembelian lem Aibon senilai Rp82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
William mengungkap hal itu ke media sosial hingga viral. Setelah banyak yang me-retweet cuitan itu, William pun membongkar satu per satu anggaran mencurigakan Pemprov DKI Jakarta.
Misalnya anggaran pengadaan alat tulis kantor (ATK) pulpen Disdik DKI Jakarta sebesar Rp123,8 miliar, pengadaan jasa influencer Rp5 miliar, anggarkan Rp121 miliar lebih untuk pengadaan komputer/PC dan anggaran sebesar Rp166,2 miliar untuk pembangunan septic tank komunal.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Hindari 'Jeruk Makan Jeruk', Kejagung Bentuk Tim Steril Tangani Kasus Febrie Adriansyah
-
Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?
-
Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup
-
Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan
-
RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Habiburokhman Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgen: Akan Kami Cek, Ditahan Apa Belum
-
Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
-
Prabowo Minta yang Pesimis Keluar dari RI, Pakar Komunikasi: Efektif tapi Berisiko Polarisasi
-
Kapolri Datangi Kejagung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Ada Konflik