Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Senin, 11 November 2019 | 15:46 WIB
Gubernur Anies Baswedan. [Diskominfotik DKI Jakarta]

Suara.com - DPRD DKI Jakarta mempertanyakan keseriusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam menuntaskan masalah banjir di Jakarta.

Pasalnya, Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmuda menganggap anggaran untuk penanganan banjir dinilai jauh lebih sedikit ketimbang untuk pembangunan trotoar.

Menurut Ida, anggaran Dinas Bina Marga untuk trotoar saja mencapai Rp 1,3 triliun. Nilai tersebut mencapai 30 persen dari total anggaran Dinas Bina Marga DKI.

"Jadi trotoar ini, sekali lagi, untuk dinas itu di Rp 1,2 triliun. Belum Sudin (Suku Dinas), nanti kami tanya Sudin berapa. Ini anggaran yang memang lumayan banyak. Sedangkan di dinas itu (Bina Marga) anggaran totalnya hanya Rp 3 triliun sekian," ujar Ida di gedung DPRD DKI, Senin (11/11/2019).

Ida tidak merincikan soal anggaran untuk penanganan banjir. Namun, menurutnya, penanganan banjir tidak masuk ke program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Memang mereka enggak konsentrasi, saya enggak tahu pak Gubernur programnya apa. Kok justru program prioritas dia trotoar? sebentar lagi yang banjir nih kenapa tidak konsentrasi bahwa waduk itu memang segera diperbaiki," jelasnya.

Ida mengaku nantinya jumlah anggaran untuk trotoar akan lebih membengkak lagi ketika dana untuk Sudin di tiap wilayah diketahui nilainya. Ia mempertanyakan hubungan antara pembanguan trotoar dengan penanganan banjir.

"Berarti kalau digabung sama sudin (anggaran trotoar) berarti kan luar biasa banyak. Apakah pak gubernur (Anies) menjamin bahwa setelah trotoar ini jadi tidak ada banjir?" kata Ida.

Karena itu, Ida mengaku akan mengkaji lebih jauh soal anggaran trotoar ini. Ia juga akan menggandeng para ahli untuk diminta pendapat sebelum mengeluarkan keputusan.

"Kan masyarakat banyak yang kontranya ya dibandingkan pro-nya. Saya masih melihat apakah hari ini mau disetujui atau tidak, kami masih menerima masukan dari para pakar tata kota terkait ini," pungkasnya.