Suara.com - Pelaku diduga bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara sempat mengikuti antrean pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebelum meledakkan diri. Saat mengantre, sang pelaku masih mengenakan atribut ojek online.
Saksi yang berada di lokasi kejadian, Ahmad Abdul mengatakan ia melihat seorang pria dengan mengenakan atribut ojek online ikut mengantre mengurus SKCK di ruang perekaman sidik jari sesaat sebelum ledakan terjadi.
"Pas lagi mengantre, di belakang saya ada yang pakai jaket ojek online juga ikut antre. Ada 1 orang tadi di dekat saya," kata Ahmad kepada Suara.com, Rabu (13/11/2019).
Ahmad tak ingat secara persis ciri-ciri sang pria yang mengenakan atribut ojek online itu. Tak ada rasa curiga sedikitpun yang terlintas dipikiran Ahmad saat itu saat melihat si pria itu.
Tak lama kemudian, pelaku diduga bom bunuh diri keluar dari ruangan. Kemudian suara ledakan terdengar cukup keras hingga membuat warga dalam ruangan panik dan berhamburan keluar.
"Pertama nggak sadar, kok ada suara guntur keras banget dan lihat orang-orang pada lari. Eh taunya ada ledakan dan kami yang di ruangan disuruh keluar evakuasi diri," ungkapnya.
Untuk diketahui, ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pukul 8.35 WIB. Pelaku diduga bom bunuh diri mengenakan atribut ojek online.
Akibat ledakan tersebut, sebanyak 6 orang mengalami luka. Enam orang tersebut terdiri dari 4 anggota Polri kemudian satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu warga sipil.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Banyak Pabrik di Banten Pindah ke Jawa Tengah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar