Suara.com - Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang merespons soal tanggapan yang menyebut KPK kini takut bergerak menganani kasus-kasus korupsi, setelah diberlakukannya UU baru KPK yang disahkan DPR dan pemerintah.
Saut mengklaim, KPK tetap menjalankan penyelidikan dan penyidikan seperti biasa, meski UU KPK yang baru itu telah diberlakukan. Bahkan, Saut mengatakan, KPK siap menghadapi adanya kemungkinan gugatan dari pihak yang berperkara di KPK.
"Tadi juga ditanyakan Pak Saut kok jadi kayak penakut? Enggak, kita enggak takut, kita jalan ya kalaupun ada peradilan dari kasus setelah keluarnya undang-undang ini. Kami ada hadapin nanti kalau ada namanya praperadilan. Jadi, enggak bisa juga dipaksa nangkepin orang gitu, gimana gitu belum nemu gitu," kata Saut di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2019).
Saut menyebutkan, meski UU KPK hasil revisi telah diberlakukan, bukan berarti KPK tak lagi melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Selain itu, KPK juga masih memantau orang-orang yang dicurigai melalukan tindak pidana korupsi, meski UU KPK yang baru dianggap membatasi kerja-kerja KPK.
"Hari ini, kami masih bekerja, penyelidik masih terus bekerja. tapi aku enggak bisa nunjukin kamu. Kan siapa yang saya lagi ikutin hari ini kan gitu, ya kayak gitu ya. Makasih ya," katanya.
Berita Terkait
-
Sebut Wajar Kepercayaan Publik Menurun, ICW: Semua Kunci KPK Dipegang DPR
-
Eks Koruptor ke Politik Lagi, KPK: Hukum Tak Boleh Dibangun dengan Dendam
-
Delapan Pasal UU KPK yang Baru Ini Dinilai Cacat oleh Rektor UII
-
Sebut UU KPK yang Disahkan DPR Cacat, Rektor UII Layangkan Gugatan ke MK
-
Soroti Nasib KPK, Seniman Biennale Jogja Diskusi Bareng Pukat UGM dan ICM
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor