Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menampik tuduhan Ahoker --sebutan bagi pendukung Ahok--yang menyebutnya rasis terkait respons mengenai Ahok bakal jadi bos BUMN.
Rizal Ramli mengatakan tudingan tersebut tidak berdasar. Terlebih ia mengaku menjalin persahabatan dengan sejumlah tokoh yang berasal dari etnis Tionghoa.
Hal itu disampaikan Rizal Ramli melalui cuitan yang dibagikan melalui jejaring Twitter pribadinya @RamliRizal, Selasa (19/11/2019).
"RR dituduh rasis oleh Ahokers, ngasal amat sih. RR sahabat Arief Budiman, Kwik, Jaya Suprana. Mereka sangat nasionalis & kredible," terang Rizal Ramli.
Pria 64 tahun tersebut juga menegaskan dirinya memberikan dukungan penuh kepada orang yang kredibel, tak peduli berbeda etnis ataupun keyakinan.
"RR rekruit Jonan dari CitiBank untuk jadi Dirut Bahana, reko Tom Lembong jadi Menteri Perdagangan. RR angkat puluhan anak angkat Muslim & Katolik," imbuhnya.
Selang sehari, Rizal Ramli pun mengatakan bila dirinya diserang para Ahokers lewat beragam cara, walaupun mereka tidak membantah asumsinya mengenai Ahok. Maka dari itu, ia menyebut para Ahoker payah.
"Ya ahoker-ahokrr serbu RR dengan kata-kata kotor, kasar, insuinasi rasis, pecatan, ngiri dll. Tapi tidak ada yang membantah: Ahok poor governance, track record korporasi payah, drama media doang," kata Rizal Ramli, Rabu (20/11/2019)
"Ahokers terbiasa kill the messanger but ignore the real issue (membunuh pemberi pesan, namun mengabaikan kenyataan --Red). Memang payah," imbuhnya.
Baca Juga: Cerita Mistis Ganjar Pranowo Jadi Gubernur Usai Naik Sepur Kluthuk Jaladara
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto