Suara.com - Instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dibangun di Kepulauan Seribu memungkinkan masyarakat bisa mengonsumsi air laut. Namun, teknologi tersebut ternyata belum bisa menyuling air laut jika tercemar tumpahan minyak.
Perairan Kepulauan Seribu sudah pernah tercemar tumpahan minyak atau pek pada Agustus lalu. Sumber tumpahan minyak tersebut berasal dari kilang minyak milik Pertamina yang berada di kawasan Karawang, Jawa Barat.
Pembersihannya juga memakan waktu lama hingga berbulan-bulan. Akibat kejadian itu, tujuh pulau di Kepulauan Seribu tercemar minyak tumpah.
Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Prayitno Bambang Hernowo mengatakan, pihaknya belum menguji untuk mengolah air tercemar minyak melalui SWRO. Menurutnya, SWRO belum dilengkapi alat untuk menyuling air yang terkontaminasi tumpahan minyak.
"Air baku yang terkontaminasi oleh minyak itu kita belum masukan sebagai yg harus kita olah. Kalo emang ada kejadian seperti itu, kita harus menambahkan alat lagi ya. Tapi itu belom pernah diuji ya," ujar Prayitno di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Kamis (21/11/2019).
Berkaitan dengan kejadian tumpahan minyak di Karawang, Prayitno menyebut SWRO sudah diuji coba sejak bulan Agustus. Namun ia menyebut belum ada keluhan dari pengelola SWRO soal adanya kandungan minyak di air baku.
"Sudah jalan di bulan Agustus itu tidak ada yang namanya keluhan dari operator atau kru kita karena kemudian air bakunya tidak bisa kita olah," kata Prayitno.
Selain itu, pihaknya menyebut selalu melakukan pemeriksaan rutin pada air hasil olahan SWRO itu. Setiap dua jam, kata Prayitno, ada pemeriksaan mengenai parameter tertentu seperti kekeruhan, ph, pds, dan kualitas dari air yang dihasilkan.
Ada juga pemeriksaan air untuk parameter menyeluruh yang dilakukan setiap dua pekan. Hasilnya, Prayitno mengatakan air yang diolah selalu memiliki indeks kualitas yang baik untuk dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: Kepulauan Seribu Kini Punya Instalasi agar Air Laut Bisa Diminum
"Artinya kita memastikan standar permenkes itu sudah bisa terjamin oleh keluaran pipa SWRO itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM Jaya dan Dinas Sumber Daya Air membuat terobosan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kepulauan Seribu. Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) diresmikan di Pulau Payung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (20/11/2019).
Melalui acara peresmian ini, ditunjukan mesin SWRO mampu mengolah air laut menjadi air bersih. Kepada para peserta acara, petugas pengelola mesin ini menyebut air bisa digunakan untuk minum, mandi, dan mencuci.
Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo yang turut hadir dalam peresmian ini, mengatakan program tersebut merupakan eksekusi Instruksi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Perintah itu tercantum dalam surat penugasan dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 62 Tahun 2019.
"Jadi secara keseluruhan ini bisa dilayani semua. Kemudian kita hadir pada setiap warga Pulau Payung. Ini seperti halnya setiap IPA yang kita kelola, itu keluarannya sesuai dengan Permenkes 492, artinya sesuai dengan standar air minum," ujar Hernowo di lokasi.
Berita Terkait
-
Kepulauan Seribu Kini Punya Instalasi agar Air Laut Bisa Diminum
-
DKI Siapkan Rp 100 Miliar Buat Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu
-
Pemprov - Petani Ingin Bawa Lagi Masa Jaya Rumput Laut di Kepulauan Seribu
-
Warga Kepulauan Seribu Akhirnya Bisa Menikmati Pangan Murah
-
Suara Warga Pesisir soal Minyak Tumpah: Laut Jakarta Sudah Biasa Kotor
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing