Suara.com - Staf khusus presiden Billy Mambrasar membantah bila ia bersama enam staf khusus presiden lainnya bermewah-mewah dengan gaji tinggi yang diberikan. Billy mengaku ia mendapatkan penghasilan jauh lebih tinggi dari perusahaan miliknya daripada gaji staf khusus.
Hal tersebut disampaikan oleh Billy melalui akun Twitter miliknya @kitongbisa. Ia memberikan respon atas beredarka kabar bahwa para staf khusus bermewah-mewah dengan mendapatkan gaji Rp 51 juta dari Presiden Jokowi.
"Maaf sekali tapi tuduhan bahwa kami akan bermewah-mewah dengan gaji segitu, jujur, waktu kerja sebagai Insinyur di perusahaan migas, gaji saya jauh di atas itu!" cuit Billy seperti dikutip Suara.com, Minggu (24/11/2019).
Tak hanya itu, Billy mengaku memiliki perusahaan sendiri, salah satunya Yayasan Kitong Bisa, yang memiliki omset jauh di atas gaji yang diberikan oleh Jokowi.
"Saya juga punya company sendiri saat ini dengan penghasilan jauh di atas angka itu!" tegasnya.
Billy menjelaskan alasan ia mau menerima tawaran menjadi staf khusus presiden bukanlah demi mendapatkan gaji yang tinggi. Namun, karena ia mencintai Indonesia.
"Saya terima tawaran staf khusus karena saya sangat mencintai Indonesia," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Staf Khusus Milenial Jokowi Dapat Rp 51 Juta dari Uang Rakyat, Refly Protes
-
Staf Khusus Presiden Harusnya Dari Kaum Blangsak
-
Sebut Jenderal Sudirman Oligarki, Anak Jokowi Semprot Veronica Koman
-
Veronica Koman dan Sindiran Patung Sudirman Oligarki di Belakang Jokowi
-
Semua Stafsus Milenial Jokowi Tajir Banget, PPP: Lihat Kemampuannya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen
-
Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan