Suara.com - Salah satu pendiri PAN Abdillah Toha mempertanyakan sikap DPRD DKI Jakarta yang justru menyalahkan PSI lantaran membongkar anggaran lem aibon Rp 82 miliar.
Abdillah membandingkan parlemen era Gubernur DKI Jakarta saat ini Anies Rasyid Baswedan dengan gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.
Hal itu disampaikan melalui akun Twitter miliknya @at_abdillahtoha. Ia tampak bingung dengan sikap parlemen ibu kota kekinian.
"Ada apa dengan DPRD DKI?" kata Abdillah seperti dikutip Suara.com, Sabtu (30/11/2019).
Abdillah membandingkan sikap para wakil rakyat di era Anies dengan Ahok. Menurutnya, saat era Ahok dulu para wakil rakyat tampak galak.
Namun kekinian setelah berganti era, para anggota dewan justru tampak khawatir kehilangan berbagai hal yang memanjakan mereka. Sehingga, mereka merasa terusik dengan adanya pengungkapan fakta baru terkait anggaran.
"DPRD yang di zaman Ahok galak sekarang membela gubernur? Khawatir kehilangan berbagai hal yang memanjakan mereka dengan macam-macam fasilitas?" ungkap Abdillah.
Untuk diketahui, anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI William Aditya Sarana membongkar adanya anggaran lem aibon sebesar Rp 82 miliar dalam KUA PPAS 2020 dan diunggah melalui akun Twitter miliknya.
Penemuan tersebut dilaporkan kepada Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta. Dari hasil keputusan BK, William divonis bersalah lantaran melanggar kode etik dan diberikan sanksi secara lisan.
Baca Juga: Belajar Kejahatan di Youtube, Polisi Ringkus Sindikat Pengganjal ATM
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia