Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 05 Desember 2019 | 17:50 WIB
Ilustrasi pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi trotoar di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - DPRD Jakarta melayangkan protes kepada Pemprov DKI Jakarta soal pengerjaan trotoar dan perbaikan jalan. Sebab proyek itu kerap dikerjakan bersamaan pada akhir tahun.

Protes ini dikatakan oleh Anggota Komisi D DPRD Jakarta Yusriah Dzinnun saat rapat anggaran bersama esekutif di komisi D. Menurutnya pengerjaan itu membuatnya sulit melintasi jalan-jalan perkampungan.

"Kami mau tanya pengerjaan proyek-proyek fisik itu baik jalan atau got apa ada pengaturan dikerjakan di akhir-akhir tahun anggaran, karena ini terbiasa sekali kalau masuk Oktober, November, Desember, gotnya digali, jalannya diperbaiki, sehingga kami masuk kampung repot sekali," ujar Yusriah di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Yusriah mengaku kerap menyambangi daerah pemilihannya saat sedang reses. Namun banyaknya jalan yang ditutup membuatia kerap kesulitan bertemu warga. Bahkan aksesnya semakin sulit karena hujan turun di lokasi.

"Saya kemarin keliling jalan Masya Allah jalan sana sini ditutup, sudah hujan pula. Kemarin kami reses di 7 titik di Tanjung Priok kami bersurat ke Bina Marga, SDA, Citata biasanya kami bersurat agar ditemani, tapi cuma lurah yang menemani," jelasnya.

Ia juga mengeluhkan kurangnya kepedulian dari Dinas Bina Marga selaku pihak yang bertanggung jawab atas hal ini. Padahal sudah banyak juga masyarakat yang memprotes pengerjaan itu.

Selain itu, ia menganggap pengerjaan itu semakin menyulitkan karena akhir tahun sering bertepatan dengan musim hujan. Ia lantas menyarankan agar ke depannya Dinas Bina Marga mengerjakannya di awal tahun.

"Saya berpikir tahu keluhan masyarakat, tujuh kali turun hanya Pak Karju yang datang, Bina Marga dan sudin enggak datang, mohon kami dampingi pak, pengertian ke masyarakat," pungkasnya.

Read more...