Suara.com - Salah satu pendiri PAN Abdillah Toha mengomentari video Ustaz Maher At-Thuwalibi yang menyebut perceraian Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai pengalihan isu. Ia menyoroti gaya berbicara Ustaz Maher.
Melalui jejaring Twitter pribadinya @AT_AbdillahToha, Abdillah Toha membagikan ulang video Ustaz Maher yang dibagikan seorang warganet.
Dalam video berdurasi 45 detik itu, Ustaz Maher mengatakan kabar perceraian UAS ditujukan untuk mengalihkan isu dari kasus penistaan agama.
Selain itu, ia menambahkan, "Ustaz Abdul Somad, Ustaz Fulan bercerai dan Fulan bercerai nggak berdosa, nggak masuk neraka jahanam gara-gara bercerai. Yang berdosa itu, antum diam terhadap penista agama...".
Melihat potongan video tersebut, Abdillah Toha pun memberikan respons bernada sindiran lewat pertanyaan yang diberikan kepada warganet.
"Siapa yang bakal tertarik sama agama yang didakwahkan dengan mata melotot, suara parau, memaki dan mengecam, serta wajah seram begini?," tanya Abdillah Toha, Sabtu (7/12/2019).
Sejak dibagikan cuitan Abdillah Toha seketika memancing reaksi warganet. Hingga kini, cuitan itu telah mendapatkan 701 retweets dan 2.000 likes.
Untuk diketahui, Ustaz Maher dilaporkan penggiat media sosial Abu Janda terkait dugaan penyebaran ancaman pembunuhan melalui media sosial.
Abu Janda menyebut, Maher mulanya membuat sebuah akun Twitter. Kemudian, ia menyerukan pada jemaahnya untuk membunuh dirinya dan Sukmawati.
Baca Juga: Saut Situmorang Ingin Bertemu Firli Cs Jelaskan Medan Perang KPK
"Kenapa saya melaporkan, karena ini bukan sekedar ancaman pribadi pada saya, tapi ini adalah bukti bahwa Islam Radikal itu ada," ungkapnya.
Laporan Abu Janda telah teregister dalam nomor laporan LP/B/1007/XI/2019/BARESKRIM dengan tuduhan melanggar Pasal 28 dan 29 Undang Undang ITE.
Untuk memperkuat pelaporannya, Abu Janda juga melampirkan barang bukti berupa bidikan layar cuitan Twitter dan tiga video ceramah Maaher yang menyerukan jamaah untuk menghabisi nyawanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua