Suara.com - Video Wang Chaopeng yang menggigit selang infus sambil memeluk putrinya, You You menjadi viral di media sosial di China, Weibo. Wang melakukan hal itu demi merawat anaknya yang sakit diare.
Disadur dari Dailymail, Selasa (17/12/2019), video yang direkam oleh Huang Liming, istri Wang, ini telah telah ditonton lebih dari 160 juta kali. Ada 13 ribu komentar sejak dibagikan secara luas di Weibo.
Kejadian ini terjadi di sebuah Xinzheng People's Hospital di Provinsi Henan, China tengah, Minggu (8/12/2019).
Dalam rekaman itu, Wang memegang selang infus dengan mulutnya sehingga cairan medis tidak akan dingin ketika masuk ke You You yang menderita diare serius.
Wang melakukan hal ini semala hampir empat jam. Terlihat You You terus memanggil ayahnya sambil berbaring di perut Wang dan memandanginya.
Suami Huang bersandar di kursi dengan mata terpejam.
Huang mengatakan bahwa ia dan suaminya membawa putri mereka yang berusia satu tahun ke rumah sakit setelah anak itu menderita dehidrasi karena diare.
Ia mengklaim, suaminya telah menghabiskan lebih dari dua minggu menemani You You dalam menjalani terapi intravena sebelum video ini direkam.
"Saya merasa sedih saat You You sakit. Saya menyentuh tabung infus, dan rasanya cukup dingin. Saya takut anak saya akan merasakan sakit selama terapi," ujar Wang.
Baca Juga: Dituduh Selingkuh dengan Marshanda, Arya Tunggu Karen Idol Minta Maaf
"Awalnya, aku menggunakan tanganku untuk menghangatkannya, tetapi aku merasa itu tidak berhasil, jadi aku memasukkan tabung ke mulutku," imbuhnya.
Sementara itu, Huang mengatakan bahwa suaminya adalah sosok pria yang perhatian dan sabar.
"Aku punya suami yang baik dan putriku memiliki ayah yang baik," katanya.
Rata-rata warganet memuji perhatian yang ditunjukkan Wang kepada anaknya.
Namun, beberapa warganet lain mempertanyakan apakah tindakan Wang itu benar-benar akan membantu dengan perawatan atau menghilangkan rasa sakit putrinya.
Chen Jie, seorang perawat dari Xinzheng People's Hospital, mengatakan infus tidak perlu pemanasan sebelum digunakan. Ia merekomendasikan orang tua menggunakan secangkir air panas untuk menghangatkan tangan anak-anaknya.
Berita Terkait
-
Gebuki Suami Stroke Pakai Tongkat, Ternyata Istrinya Idap Gangguan Jiwa
-
CEK FAKTA: Istri dan Wanita Simpanan Eks Dirut Garuda Berantem, Benarkah?
-
Hubungan AS dan China Membaik, Harga Minyak Dunia Naik
-
Tercyduk! Pengemis Ini Punya Smartphone dan Berjudi Online ?
-
Ozil Berkicau Soal Uighur, Tak Disangka Begini Reaksi Pemerintah China
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan