Suara.com - Aparat kepolisian telah menyelidiki kasus penganiayaan terhadap lelaki yang dilakukan seorang wanita sebagaimana rekaman video yang viral di media sosial.
Dari rekaman berdurasi 2 menit, 20 detik itu, tampak lelaki itu menjerit kesakitan karena dianiaya wanita dengan menggunakan tongkat.
Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, ternyata aksi penganiayaan tersebut terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (11/12/2019), pekan lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya merupakan suami istri. Sang perempuan berinisial M dan suaminya berinisial HT.
"Benar, kejadian terjadi tanggal 11 Desember," kata Imam saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/12/2019).
Imam mengakui polisi telah menerima laporan terkait aksi tersebut. Maka, pihak kepolisian bergerak ke lokasi untuk menangkap perempuan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, M diketahui mengidap gangguan jiwa. Kekinian, M dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Grogol untuk diperiksa lebih jauh.
"Diduga istri ada gangguan jiwa dan sedang dilakukan observasi di RS Jiwa Grogol selama dua minggu," kata dia.
Sebelumnya warganet digemparkan dengan beredarnya rekaman video yang menayangkan seorang perempuan yang melakukan penganiayaan terhadap laki-laki yang sedang duduk di sebuah sofa.
Baca Juga: Video Penderita Stroke Dipukul Istri Sampai Menjerit Kesakitan Dikecam
Video aksi penganiayaan itu menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Twitter @danielht2009.
"Tolong Pak Polisi usut kejadian tak berperikemanusiaan ini terjadi di mana, tangkap pelakunya!@DivHumas_Polri," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Berita Terkait
-
Aniaya Satpam, Remaja Asal Selandia Baru Diciduk Polisi di Bali
-
Gadis 21 Tahun Ini Aniaya Pacar Usai Hubungan Badan karena Ditertawakan
-
Aniaya Balita 2 Tahun, Ayah di Pontianak Terancam 3,5 Tahun Penjara
-
Ditertawakan karena Salah Ketik, Motivator Aniaya 10 Siswa dalam Kelas
-
Polisi Bekuk Lelaki yang Tega Aniaya Teman Sendiri hingga Tewas di Ciledug
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!