Suara.com - Larangan perayaan Natal bagi umat Kristiani di Sumatera Barat (Sumbar) sedang ramai diperbincangkan. Banyak pihak yang memprotes hal tersebut, termasuk politikus PKPI Teddy Gusnaidi.
Teddy bahkan dengan tegas menyebut menteri-menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengecut lantaran tidak segera mengusut kasus tersebut.
Menurutnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tidak memiliki nyali.
Hal ini disampaikan Teddy dalam beberapa cuitan yang ditulisnya di akun Twitter @TeddyGusnaidi pada Senin (23/12/2019).
"Sayang seribu sayang, Pak Jokowi punya Mendagri & Menag pengecut. Mereka tidak punya nyali menjalankan amanat UUD 45 di Sumbar. Kebanyakan retorika, tapi minus tindakan. Kalau cuma menakut-nakuti, mending jadi pemain film horor saja, jangan jadi menteri. Banyak omong tapi nyali gak ada," tulis Teddy dalam kicauan yang telah mendapat 900 like setelah 13 jam diunggah.
Teddy berpendapat, seharusnya Mendagri maupun Menag berani mempolisikan Bupati di Sumbar yang terbukti membiarkan larangan perayaan Natal.
"Kalau 2 bupati di Sumbar terbukti ikut mengamini pelarangan Natal, Mendagri dan Menag pidanakan mereka beserta pihak yang melarang. Bahkan Mendagri bisa mencopot 2 bupati tersebut. Ini hal simple yang bisa dilakukan. Sayangnya nyali 2 menteri ini tidak ada," ujarnya.
Ia mendesak pemerintah untuk hadir dan mengusut larangan perayaan natal di Sumbar. Sehingga tidak ada masyarakat yang menjadi polisi moral.
"Jangan biarkan ada masyarakat di Sumbar menjadi polisi moral. Dan jangan biarkan masyarakat sumbar lainnya didikte para polisi moral. Pemerintah harus hadir dan harus menerapkan sanksi terhadap para polisi moral tersebut. Sayangnya para pembantu pak Jokowi pengecut," kata Teddy.
Baca Juga: Terpuruk di Dasar Klasemen, Espanyol Resmi Pecat Pablo Machin
Ia pun berandai-andai jika menjadi menteri pasti akan mempolisikan oknum yang terkait dengan larangan perayaan Natal di Sumbar.
"Kalau saya jadi Mendagri atau Menag, saya pastikan mau tokoh masyarakat, tokoh agama, bahkan kepala daerah, saya pidanakan dalam kasus ini. Jangan masyarakat yang pidanakan mereka, karena pasti akan bentrok, harus aparat pemerintah," ujarnya.
Untuk diketahui, penolakan perayaan Natal bagi umat Kristiani terjadi di Nagari Sikabau, Kabupaten Dharmasraya dan Nagari Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membatah larangan terhadap warga untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing masing.
Kabag Humas Pemkab Dharmasraya Budi Waluyo, Rabu (18/12/2019) mengatakan, pihaknya menghargai kesepakatan antara tokoh masyarakat Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung dengan umat Kristiani yang berasal dari warga transmigrasi di Jorong Kampung Baru.
Sementara Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin mengklaim sudah ada solusi terkait larangan perayaan Natal dan Tahun Baru. Umat Kristiani di Sungai Tambang telah melakukan kesepakatan dengan warga setempat.
Berita Terkait
-
Respons Larangan Natal di Dharmasraya, Romo Ruby: Itu Tidak Pada Tempatnya
-
Natal Dilarang di Dharmasraya, Tito Surati Bupatinya: Ibadah Harus Jalan!
-
Lepas Tangan soal Pelarangan Natal, Mahfud MD: Nanti Malah Ribut
-
PDIP soal Larangan Natal di Dharmasraya: Isu Pilkada untuk Membelah Umat
-
Unggah Foto Perayaan Natal di Suriah, Teddy PKPI: Jangan Kasih Tau Somad Cs
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden