Suara.com - Fotografer senior di Bengkulu, Ali Jaya alias Jojon menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan pada Senin malam (23/12).
Istri korban, Rolimah mengatakan, korban pergi ke Kota Palembang karena ingin menghadiri kegiatan. Rolimah sempat mengatakan pada suaminya itu bahwa ia bersama satu orang anaknya ingin ikut. Namun korban tidak mau dan hanya memesan satu tiket saja.
"Rencananya itu kan mau pergi bertiga. Dia mau beli tiket, kata aku jauh-jauh hari kita beli tiket biar tidak dapat duduk terlalu ke belakang. Aku gak tau akhirnya dia beli tiket untuk dia sendiri," kata Rolimah saat diwawancarai di rumahnya di Jalan Gandaria, Kota Bengkulu, Selasa (24/12).
Menurut Rolimah pada Senin (23/12), suaminya sempat pamit padanya dan mengatakan mau menghadiri kegiatan. Namun korban tidak menyebut akan pergi ke Kota Palembang dengan menumpangi bus Sriwijaya.
Rolimah mulai curiga ketika sekitar pukul 03.00 WIB korban belum juga pulang ke rumah. Biasanya, kata Rolimah, jika pergi korban tidak pernah pulang ke rumah di atas jam 12 malam.
"Tidak ada firasat sama sekali kalau dia mau pergi selamanya. Memang dari malam tadi sekitar jam 3 itu aku merasa aneh, kenapa tidak pulang-pulang. Biasanya kalau keluar sebelum jam 12 malam itu dia sudah pulang," jelas Rolimah sebagaimana dilansir Antara.
Rolimah mengaku baru mengetahui bahwa suaminya menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan bus Sriwijaya tadi pagi, Selasa (24/12). Ia mengetahui suaminya sudah meninggal ketika petugas Jasaraharja mendatangi rumahnya dan memberitahu bahwa suaminya sudah meninggal.
Di kalangan jurnalis Bengkulu, korban sehari-harinya sering liputan foto di Korem 041/Garuda Emas, Kodim 0407 Kota Bengkulu dan Lanal Bengkulu. Korban diketahui mulai menjalani profesi sebagai fotografer setelah pensiun menjadi PNS di Korem 041/Gamas. Korban dikenal sebagai pribadi yang mudah berteman, baik dan ramah.
Di sisi lain, pihak Jasaraharja Cabang Bengkulu, Selasa siang (24/12) memberikan santunan kepada keluarga korban. Santunan sebesar Rp 50 juta ini langsung diterima oleh istri korban yakni Rolimah.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Korlantas Minta Tambah Rambu
Berita Terkait
-
Bus Nyebur Jurang Tewaskan 28 Orang, Kakorlantas: Trek Jalan Terlalu Tajam
-
Basarnas Lanjutkan Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Masuk Jurang
-
Jenazah Korban Bus Masuk Jurang di Pagaralam
-
Terbaru Bus Sriwijaya Masuk Jurang: 27 Orang Tewas, 25 Teridentifikasi
-
Menhub Imbau Warga Gunakan Bus yang Sudah Lakukan Rampcheck
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini
-
Kisah Anak-Anak Terpinggirkan di Kebumen Jadi Perhatian Gus Ipul
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta