Suara.com - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Riswanto mengatakan para nelayan yang biasa melaut di wilayah Pantura siap untuk berpindah ke perairan Natuna.
Hal itu ia ungkapkan bersama sekitar 100 nelayan lainnya saat menemui Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/12/2020).
Riswanto berujar kesiapan mereka malaut di Natuna bertujuan untuk mengamankan wilayah laut Indonesia dari cengkreman pihak asing. Kesiapan para nelayan juga disambut positif Kemenko Polhukam dengan janji akan memfasilitasi kepindahan mereka.
"Intinya kami siap, bahwasanya Natuna adalah bagian dari NKRI dan kami siap mengisi, siap kami berlayar di laut Natuna dengan apa yang nanti akan menjadi aturan-aturan yang seperti apa kami siap mengikuti," kata Riswanto, Senin (6/1/2020).
Ia mengatakan bahwa keinginan para nelayan melaut di Natuna bukan merupakam hal baru. Sebab rencana migrasi tersebut sudah dicanangkan sejak periode pertama Presiden Joko Widodo.
"Sebenarnya program ke laut Natuna, kami dari pemerintah sudah pernah mengarahkan ke sana, ketika Pak Menko waktu itu Pak Rizal Ramli. Namun, ketika itu enggak tahu kenapa, arahan ke sana berhenti," kata dia.
"Sekarang ketika ada permasalahan ini, baru kami kembali untuk diarahkan ke Natuna. Padahal menurut pemerintah sumber daya ikan di sana sangat melimpah dan patut kami kelola oleh nelayan-nelayan sendiri," imbuhnya.
Terkait keamanan di Natuna sendiri yang saat ini ikut diklaim oleh China, Riswanto berkeyakinan bahwa aparat keamanan dapat menjamin keselamatan para nelayan Indonesia.
"Selama negara mau melindungi nelayan-nelayan, kami tidak masalah kan itu wewenang dari negara. Kami kan mengelola sumber dayanya itu, kami manfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca Juga: 1.000 Kapal Asing Setiap Hari Lalu Lalang di Perairan Natuna
"Masalah ditangkap atau tidak, kami laporkan minta perlindungan dari aparat penegak hukum, TNI, Polair, Bakamla dan sebagainya. Seperti halnya dengan China, China bisa melindungi nelayan, kenapa Indonesia enggak."
Sebelumnya, Mahfud MD mengaku bakal mengirim banyak nelayan untuk melaut di perairan Natuna. Hal tersebut dilakukan guna membuktikan bahwa wilayah yang kini diklaim China tersebut merupakan bagian dari Indonesia.
Mahfud mengatakan bahwa pengiriman nelayan ke Natuna sudah sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Dalam instruksinya Jokowi ingin memperkuat keberadaan Indonesia di Natuna dengan dua cara, yaitu patroli dan kegiatan melaut.
"Intinya kami akan hadir sesuai dengan perintah Presiden, sudah lama ini keputusan Presiden itu sudah lebih dari setahun yang lalu mengatakan kita harus hadir di sana. Kehadirannya dalam bentuk apa? Satu, patroli yang rutin, yang kedua kegiatan melaut nelayan," kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin.
Karena itu, Mahfud menerima kunjungan dari 120 nelayan di wilayah Pantura yang menyatakan siap bermigrasi dari Jawa menuju perairan Natuna. Namun Mahfud belum memastikan kapan waktu para nelayan tersebut dapat melaut di Natuna.
"Intinya pemerintah akan mendukung saudara-saudara untuk ke sana, nanti bagaimana perizinan fasilitas apa yang akan dicarikan oleh pemerintah," ujar Mahfud.
Berita Terkait
-
Indonesia - China Memanas, Mahfud MD: Usir Negara Lain dari Natuna
-
Perintahkan Nelayan Jaga Natuna, Mahfud MD: Kewajiban Saudara Bela Negara
-
Soal China Klaim Natuna, Jokowi Disarankan Diskusi dengan SBY
-
China Klaim Natuna, AHY Minta Pemerintah Jokowi Pakai Kebijakan Warisan SBY
-
Heboh Coast Guard China Masuk Perairan Natuna, Ini Penjelasan Guru Besar UI
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!