Suara.com - Tim kuasa hukum PDI Perjuangan (PDIP) berkonsultasi terkait pemberitaan ke Dewan Pers, Jumat (17/1/2020). PDIP membantah apabila kehadiran tim kuasa hukumnya tersebut dilakukan untuk mengancam kebebasan pers.
Juru bicara PDIP Andreas Pereira mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan dengan adanya sejumlah pemberitaan terkait kasus dugaan suap yang menyeret nama anggota PDIP Harun Masiku terhadap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Meski begitu ia menegaskan kalau agenda mendatangi Dewan Pers bukan bertujuan untuk menghalau kebebasan pers.
"Tapi kami tegaskan PDIP tidak sedang mengancam kebebasan pers. PDIP mendukung kebebasan pers. Kebebasan pers yang menghormati prinsip-prinsip jurnalistik," kata Andreas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/1/2020).
Justru PDIP ingin memastikan kualitas demokrasi tetap terjaga. Pun PDIP berusaha menjaga hak publik untuk memperoleh informasi yang sesuai fakta.
Satu hal yang disayangkan oleh PDIP ialah ketika ada penggiringan opini dalam pemberitaan yang seolah-olah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ikut bersalah dalam kasus suap untuk kepentingan Harun yang ingin menjadi anggota DPR RI melalui proses pergantian antar waktu (PAW).
PDIP juga menyoroti soal banyaknya media massa yang menuliskan cuitan politikus Partai Demokrat Andi Arief soal informasi operasi tangkap tangan (OTT) kasus tersebut.
"Ada beberapa media tertentu yang langsung memuat cuitan tersebut sebagai berita tanpa menanyakan dari mana atau bocoran dari siapa Andi Arief menerima informasi hal tersebut?" tuturnya.
Dilanjutkan Andreas, PDIP menilai ada kesan penggiringan opini bahwa partainya, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sudah pasti bersalah menyangkut kasus itu. Sejumlah media massa tertentu dianggap melakukannya lewat pemberitaan.
"Jadi langkah tim hukum ini untuk mencari masukan sejauh mana prinsip-prinsip jurnalistik dilanggar atau diabaikan media."
Baca Juga: Catat Media Pembuat Berita Bohong, PDIP: Laporan ke Dewan Pers Tunggu DPP
Karena itulah akhirnya DPP PDIP memutuskan untuk mengirim tim kuasa hukumnya untuk berkonsultasi dengan Dewan Pers guna langkah yang bisa ditempuh ke depannya.
"Apapun langkah yang akan diambil tim hukum PDIP, konsultasi dengan Dewan Pers ini jadi pintu masuk," pungkasnya.
Untuk diketahui, tim kuasa hukum DPP PDI Perjuangan mendatangi Dewan Pers untuk berkonsultasi soal adanya pemberitaan media soal kasus suap yang dirasa merugikan nama partai. Meski begitu, mereka belum mau menyampaikan media mana saja yang dianggap telah merugikan partainya.
Ketua tim kuasa hukum PDIP, I Wayan Sudirta menjelaskan bahwa pihaknya melakukan konsultasi karena merasa telah dirugikan dengan adanya pemberitaan terkait dengan kasus suap yang menyeret nama anggota PDIP Harun Masiku. Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan bukan untuk menghambat kebebasan pers.
"Kami tidak sedang mengancam kebebasan pers dengan sikap dan perlakuan media terhadap peristiwa yang kami alami, walaupun kami merasa dirugikan, sangat dirugikan sangat dipojokkan, PDIP sangat dirugikan demikian rupa," kata I Wayan di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Kena OTT, Wali Kota Madiun Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap Proyek dan Dana CSR
-
156 Siswa Terpapar Narkotika, Gerindra Desak Pemprov DKI Perketat Penjualan Obat Keras
-
BGN Akui Sejumlah Dapur MBG Belum Sesuai Standar, Penyebabnya Program Percepatan
-
Dilaporkan Hilang, Seorang Warga Karawang Ditemukan Tewas di Tengah Banjir
-
Serpihan Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan! Ini Perkembangan Terbaru dari Kemenhub
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan Ringan di Seluruh Wilayah
-
Cara Cek Rasionalisasi SNBP 2026 Agar Tidak Salah Pilih Jurusan
-
Pimpin Rapat Kabinet dari London, Prabowo Bahas Penertiban Kawasan Hutan
-
Bahas Kereta Listrik, Mahasiswa: Jangan Sampai Cuma Pindah Beban Karbon ke Kementerian Sebelah
-
Ironi Harta Miliaran Bupati Pati dan Walkot Madiun: Sama-sama Terjaring OTT KPK, Siapa Paling Kaya?