Suara.com - Dua petugas kepolisian Thailand berpura-pura melakukan hubungan seks di pohon palem demi menangkap pasangan mesum.
Dalam upaya untuk menangkap pasangan mesum, para perwira berseragam itu berpura-pura melakukan hubungan badan larut malam di lingkungan kampus.
Dilaporkan Dailymail, Senin (20/1/2020), penangkapan tersebut dilakukan setelah mendapatkan laporan yang menyebutkan bahwa seorang pria warga negara asing dan wanita Thailand sering terlihat melakukan hubungan seks di lapangan tenis, Universitas Kasetsart, Bangkok.
Video-video yang beredar di internet juga menunjukkan pasangan itu tampak memamerkan hubungan seks di depan publik.
Mereka merekam aksi mereka yang sedang telanjang di tepi jalan raya, di dalam lift dan lorong sebuah apartemen.
Tindakan pasangan ini memicu kemarahan warga. Polisi lalu bertindak dan berhasil menelusuri lokasi pasangan itu dari rekaman CCTV.
Detektif curiga pasangan itu sengaja membuat video tidak senonoh untuk dijual secara online.
Film-film semacam itu bisa berharga hingga £ 12 atau sekitar Rp200 ribu. Padahal denda akibat tindakan cabul di muka umum dapat mencapai £ 127 atau sekitar Rp2,2 juta.
Letnan Polisi Kolonel Sarawut Butrdee mengatakan, "Video yang telah menyebar di internet mengidentifikasi tubuh pasangan itu, yang memudahkan kita untuk menemukan mereka. Investigasi kami menemukan bahwa mereka telah merekam beberapa adegan seks di luar ruangan dan mempostingnya di situs video dewasa untuk mendapatkan uang".
Baca Juga: Soal Peluang Digelarnya Piala Presiden 2020, Ini Kata Iwan Bule
Ia manbahkan "Perilaku ini ilegal dan tidak bermoral. Menyebarkannya di publik dianggap melanggar undang-undang Compueter Crime Act terkait konten pornografi".
Berita Terkait
-
Kemkominfo: PNS Kominfo Tepergok Mesum dalam Mobil Bukan Pegawai Kami
-
Ketum PSSI Minta Pemain Timnas Indonesia U-19 Kurangi Bermain Medsos
-
Viral Video Pengendara Memaki Polantas, Berakhir Minta Maaf
-
CEK FAKTA: Gadis Bertubuh Ular Bikin Gempar, Benarkah?
-
PNS Kominfo yang Digerebek Mesum di Parkiran Mal Terancam Kena Sanksi Berat
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
-
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026
-
DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus