Suara.com - Pasukan Israel menembak dan menewaskan tiga warga Palestina yang melemparkan alat peledak ke arah mereka setelah berupaya menyeberangi perbatasan dari Gaza, menurut militer Israel, Selasa (21/1/2020).
Militer menyebutkan pasukan mengepung satu daerah dekat ujung selatan wilayah kantong Palestina setelah melihat "tiga tersangka" menyeberangi perbatasan.
"(Mereka) ke daerah itu untuk mengejar tersangka yang melemparkan granat atau alat peledak ke arah pasukan," yang kemudian menembaki tiga warga Palestina, demikian pernyataan militer. Kematian itu dibenarkan oleh juru bicara militer Israel.
Dua korban tewas berusia 18 tahun dan seorang lagi berusia 17 tahun, menurut sumber polisi di Gaza. Sumber itu menyebutkan mereka adalah warga sipil tanpa ada kaitannya dengan gerilyawan di Gaza. Ia pun mempertanyakan laporan Israel yang katanya warga Palestina itu melemparkan alat peledak ke arah pasukan.
Tidak ada pernyataan langsung dari penguasa Hamas di Gaza atau kelompok gerilyawan lainnya di kantong tersebut.
Israel dan Hamas terlibat perang tiga kali dalam satu dekade terakhir, di luar puluhan pertempuran berskala kecil lainnya.
Korban tewas pada Selasa menjadi yang pertama dalam pertempuran lintas perbatasan sejak lonjakan kekerasan selama dua hari pada November antara Israel dan faksi Jihad Islam yang bermarkas di Gaza, yang menyebabkan 34 warga Palestina meninggal dan puluhan warga Israel terluka.
Israel masih memblokade Gaza, dengan membatasi secara ketat pergerakan keluar wilayah tersebut, yang menampung 2 juta warga Palestina. Israel mengaku blokade tersebut membantu menghentikan pengiriman senjata ke Hamas.
Sumber: Antara/Reuters
Baca Juga: 5 Anak dan 4 Warga Palestina Tewas, Israel Akui Serangan Salah Sasaran
Berita Terkait
-
Jika Tak Dipenuhi, Pengungsi Palestina Ancam Menetap di Kompleks Prabowo
-
Warga Palestina Aman Ngungsi di Depan Rumah Prabowo: Dekat Rumah Kapolri
-
Pengungsi Palestina Jadi Gelandangan, Sempat Minta Rumah ke Prabowo
-
Pengungsi Palestina di Depan Rumah Prabowo Klaim Dirampok Ratusan Miliar
-
Anak Warga Palestina di Depan Rumah Prabowo: Ayah Saya Mujahid
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
Terkini
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!