Suara.com - Putri Presiden RI ke-IV Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid menemui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).
Yenny mengaku, alasannya menemui Mahfud guna membicarakan soal persiapan agenda lawatan Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia, Mohamad Sabu ke Indonesia.
Menurut Yenny rencana Sabu datang ke Indonesia dengan misi untuk mempererat hubungan Indonesia - Malaysia khusunya di bidang pertahanan.
"Kedua, menyamakan persepsi tentang banyak hal-hal yang sifatnya lintas negara yang merupakan tantangan kami bersama, tantangan global, contohnya kasus soal counter terrorism," kata Yenny.
Berkenaan dengan itu, Yenny pun menyampaikan bahwa menemui Mahfud untuk mengatur pertemuan dengan Sabu. Sebab, kata Yenny, dirinya dimintai langsung oleh Sabu untuk mengatur pertemuan dengan Mahfud.
Lebih lanjut, Yenny mengungkapkan bahwa Sabu merupakan sosok yang menarik. Selain merupakan Menhan Malaysia, Sabu dikatakan Yenny merupakan salah satu tokoh Islam negeri Jiran.
"Beliau adalah orang yang cukup vokal bicara tentang Islam moderat," katanya.
Berita Terkait
-
Jamin Siswa Bunuh Begal Tak Dihukum Mati, Mahfud: Percayalah dengan Kami
-
Klarifikasi Ucapan Tragedi Semanggi Jaksa Agung, Mahfud: Itu Raker DPR 2001
-
Erick Thohir Berharap Triawan Munaf Bisa Poles Citra Garuda Indonesia
-
Demo Tolak Omnibus Law, Mahfud MD Sebut Buruh Salah Persepsi
-
Triawan Munaf dan Yenny Wahid Masuk Jajaran Komisaris Garuda Indonesia
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
8 Orang Termasuk Pegawai Pajak Diamankan saat KPK Gelar OTT di Jakarta
-
Skandal Pajak Jakut Terbongkar: OTT KPK Sita Gepokan Uang dan Valas, Oknum Pegawai Pajak Diringkus
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba