Suara.com - Pemerintah Malaysia mengumumkan ada sebanyak tujuh orang yang terjangkit virus corona di negaranya. Ketujuh orang yang semuanya merupakan warga negara China ini ditangani langsung oleh dokter yang telah berpengalaman menangani wabah virus SARS dan Mers.
Dialihbahasakan dari Astro Awani, Jumat (31/1/2020), dokter spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Sungai Buloh Dr C Suresh Kumar menyebut para pasien terjangkit virus corona yang dirawat di rumah sakit tersebut ditangani oleh dokter spesialis yang berpengalaman menangani wabah seperti SARS dan Mers-Cov. Sehingga, para pasien mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya.
Ada empat pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Mereka adalah satu keluarga yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak berusia 11 tahun dan dua tahun.
Suresh Kumar mengatakan para pasien masih dalam kondisi stabil. Hingga kini belum ada perawatan khusus yang diberikan kepada pasien.
"Kami merawat mereka dengan gejala yang mereka tunjukkan seperti batuk, demam dan flu," kata Suresh Kumar.
Sebelum mendapatkan tindakan medis, para dokter harus lebih dulu mengetahui riwayat perjalanan pasien. Riwayat perjalanan tersebut menjadi informasi paling penting untuk diketahui oleh dokter sebelum melanjutkan perawatan apapun.
Setelah mengetahui riwayat perjalanan, tim medis akan memeriksa sampel dahak para pasien dan diperiksa di Medical Research Institute.
"Jika menunjukkan hasil positif virus corona, kami langsung mengisolasi pasien dan terus memantau mereka," ungkapnya.
Para tenaga medis yang menangani pasien terinfeksi virus corona diwajibkan mengenakaan pakaian pelindung khusus atau hazmat untuk mencegah penularan. Pihak rumah sakit juga meletakkan ruang isolasi berada lebih jauh dari bangsal lainnya demi keamanan pasien lainnya.
Baca Juga: Alasan Untuk Semangat Kerja, Pria Beristri 7 di Jambi Nekat Jualan Sabu
Sebelumnya Dirjen Kesehatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Bin Abdullah mengatakan kasus terbaru berjangkitnya virus bernama resmi novel coronavirus melibatkan seorang anak berusia empat tahun yang kini dirawat di ruang khusus Rumah Sakit Sultanah Maliha, Langkawi, dan seorang laki-laki berusia 52 tahun yang kini dirawat di ruang khusus Rumah Sakit Sultanah Aminah, Johor Bahru.
Sedangkan satu kasus positif virus corona di Rumah Sakit Sungai Buloh di mana korban merupakan menantu perempuan penderita pertama kasus corona di Singapura.
Berita Terkait
-
Studi 99 Pengidap Pertama Virus Corona: 5 Fakta Virus Mematikan dari Wuhan
-
TKW Dari Hongkong yang Dirawat RSUD Sidoarjo, Negatif Virus Corona
-
Sebelum Dinyatakan Negatif Virus Corona, Pasien di RSHS Diperiksa Dua Kali
-
Malaysia Tangkap 4 Penyebar Informasi Hoaks Soal Virus Corona di Medsos
-
Maruf soal Nasib WNI di China: Jepang Kirim Pesawat Belum Bisa Evakuasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli