Suara.com - Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, meminta maaf atas keterlambatan KRL Commuter Line tujuan Serpong - Rangkasbitung karena lebih mendahulukan kereta inspeksi yang digunakan Ma'ruf beserta rombongan ke Banten. Masduki menyebut kereta inspeksi yang sempat disoraki para penumpang KRL di Stasiun Tanahabang itu dalam kondisi kosong.
Masduki menyampaikan permohonan maaf apabila ada penumpang KRL yang lama menunggu kedatangan kereta diakibatkan jalurnya digunakan untuk kereta inspeksi.
"Minta maaf lah kepada rakyat yang merasa terganggu. Sebagai jubir (saya) minta maaf," kata Masduki saat dihubungi wartawan, Jumat (31/1/2020).
Masduki menuturkan, saat kereta tersebut disoraki penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang, Maruf tidak berada di dalam kereta inspeksi. Pasalnya, Ma'ruf beserta rombongan sudah terlebih dahulu turun di Stasiun Kebayoran Lama.
"Jadi yang disoraki warga itu kereta kosong," ujarnya.
Menurutnya bukan kali ini saja perjalanan warga terganggu akibat ada rombongan presiden atau wakil presiden. Mulai dari perjalanan darat hingga udara pun diyakininya mengganggu aktivitas warga.
Ia menerangkan, kalau hal tersebut sudah sesuai dengan aturan dalam undang-undang. Di mana ketika presiden dan wakil presiden sedang melakukan perjalanan pasti akan ada pengamanan yang berimbas kepada terganggunya aktivitas para warga.
"Itu kan Undang-Undang tugas kenegaraan yang harus dilakukan Presiden atau Wapres dimana memang protapnya seperti itu, penjagaan dan pengamanannya seperti itu. Itu kan memang enggak disengaja untuk mengganggu masyarakat tapi memang kondisinya seperti itu," pungkasnya.
Baca Juga: 100 Hari Kerja Dikritik, Maruf: Jika Wapres Menonjol Jadi Matahari Kembar
Diberitakan sebelumnya, pengguna KRL Commuter Line jurusan Serpong - Rangkasbitung sempat menyoraki kereta inspeksi yang digunakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beserta rombongan yang melintas di Stasiun Tanah Abang. Sorakan itu dilakukan para pengguna KRL lantaran kesal menanti kereta yang hendak digunakannya.
Dari akun Twitter @officialyoan tampak suasana di Stasiun Tanah Abang di mana banyak penumpang KRL Commuter Line yang sedang menanti keretanya yang seharusnya tiba pada pukul 16.00 WIB. Penumpang pun terlihat sangat padat lantaran belum ada kereta yang datang. Justru kereta yang tampak melintas ialah kereta inspeksi.
"Tanah Abang sore ini karena ada keterlambatan KRL akibat ada kereta inspeksi yang kabarnya membawa pejabat dan wapres," ujar pemilik akun Twitter @officialyoan pada Jumat (31/1/2020).
"Kondisi membuat Stasiun Tanahabang menjadi sangat padat karena jam pulang kerja 17.30 WIB, 30 Januari 2020," sambungnya.
Kemudian pemilik akun Twitter tersebut juga mengunggah video lainnya. Video itu menunjukkan kereta inspeksi tengah melintas. Namun kereta inspeksi itu justru malah disoraki oleh para penumpang yang menunggu hampir satu jam lebih.
"Keretanya disorakin dong wkwkwkwk sebuah bentuk protes netizen yang sangat sabar menunggu KRL tujuan Serpong-Rangkasbitung yang sudah telat sejak jam 4 sore. Kereta baru kembali tersedia pukul 17.20 WIB," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi