Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, mengatakan kepada Reuters bahwa dengan dua rumah sakit baru ini kota Wuhan akan mampu menampung 10.000 pasien, cukup untuk menangani kasus-kasus yang saat ini dicurigai maupun telah dikonfirmasi.
Apa lagi yang sedang terjadi di China?
Pihak berwenang mengatakan 45 kematian baru dicatat di provinsi Hubei pada hari Sabtu malam, menambah jumlah korban tewas di negeri itu menjadi 304.
Di seluruh negeri, telah dikonfirmasi 2.590 infeksi baru. Jumlah orang terinfeksi di China kini 14.380, lansir televisi pemerintah mengutip Komisi Kesehatan Nasional.
Estimasi oleh Universitas Hong Kong menduga jumlah kasus sebenarnya bisa jadi lebih tinggi daripada angka resmi. Lebih dari 75.000 orang mungkin telah terinfeksi di kota Wuhan, yang merupakan episenter wabah virus corona, kata para pakar kesehatan.
Pada hari Minggu, pemerintah mengatakan akan menyalurkan lebih dari $170 miliar (sekitar Rp2.300 triliun) untuk mendorong aktivitas ekonomi seiring bertambahnya kekhawatiran akan dampak epidemik yang lebih besar.
Kota Wuhan ditutup dan kota-kota besar lainnya di China menghentikan sementara kegiatan bisnis non-esensial.
Walikota Huanggang – kota berpenghuni enam juta orang di sebelah timur Wuhan – memperingatkan bahwa jumlah kasus bakal melonjak pada hari-hari ke depan, lansir media pemerintah. Hingga 700.000 orang kembali ke kota tersebut dari Wuhan sebelum larangan masuk dan keluar Wuhan diterapkan.
Huanggang dan kota Wenzhou di timur telah menerapkan pembatasan ketat terhadap warga, hanya mengizinkan satu orang per keluarga untuk keluar rumah dua hari sekali untuk membeli makanan dan persediaan lainnya, lansir media China.
Baca Juga: CEK FAKTA: 19 Hari, China Bangun Rumah Sakit 57 Lantai untuk Pasien Corona?
Negara mana saja yang membatasi kedatangan?
AS dan Australia telah menyatakan akan menolak masuk semua pendatang asing yang baru-baru ini berkunjung ke China, tempat galur virus corona 2019-nCov pertama kali muncul pada bulan Desember.
Negara lainnya termasuk Rusia, Jepang, Pakistan, dan Indonesia.
Pada hari Minggu, Korea Selatan mengatakan akan melarang masuk pendatang yang baru-baru ini mengunjungi Hubei.
Di AS, warga yang baru kembali dari Hubei akan dikarantina selama 14 hari. Mereka yang kembali dari daerah lain di China akan diizinkan untuk memantau kondisi mereka sendiri dalam periode yang sama.
Pentagon mengatakan akan menyediakan penampungan bagi 1.000 orang yang mungkin perlu dikarantina setelah tiba dari luar negeri.
Australia mengatakan warganya yang baru tiba dari China juga akan dikarantina selama dua pekan.
Pemerintah-pemerintah negara asing juga melakukan evakuasi dari China untuk memulangkan warga mereka.
Efektifkah larangan perjalanan?
Petugas kesehatan global tidak setuju dengan larangan perjalanan.
"Larangan perjalanan bisa lebih banyak mudaratnya daripada kebaikan karena menghambat berbagi info, rantai suplai medis, dan mencederai ekonomi," kata kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat.
WHO merekomendasikan skrining di perbatasan resmi. Lembaga PBB itu memperingatkan bahwa menutup perbatasan bisa mempercepat penyebaran virus, karena para pelancong memasuki negara secara tidak resmi.
China telah mengkritik gelombang larangan perjalanan ini, menyalahkan pemerintah asing karena mengabaikan nasihat resmi.
Berita Terkait
-
Dampak Wabah Virus Corona, China Masters Kemungkinan Ditunda hingga Mei
-
Pasca Ricuh Warga Tolak WNI dari Wuhan, Ratusan Brimob Ditugaskan di Natuna
-
Sriwijaya Air Terbangkan 15.000 Masker dan Baju Pelindung ke Wuhan
-
Kepada DPR, Menkes Terawan Jelaskan Alasan 3 WNI Dilarang Pulang dari Wuhan
-
Bergaul dengan Penderita Corona, Virus Corona Jangkit 8 Warga Vietnam
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno