Suara.com - Badan Pengawas Tenaga Nuklir menyebutkan, paparan zat radioaktif di sekitar Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten, bukan sebuah kecelakaan nuklir.
Dengan demikian, Bapeten menegaskan temuan itu tidak akan berdampak seperti tragedi Chernobyl era Uni Soviet ataupun Fukushima Jepang.
Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan mengatakan, yang ditemukan oleh pihaknya di lokasi tersebut adalah limbah radioaktif.
"Jadi bukan kecelakaan nuklir, bukan kedaruratan nuklir. Jadi jauh sekali dari kecelakaan Chernobyl dan Fukushima. Itu jauh sekali skalanya," kata Indra di Gedung BPPT, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2020).
Untuk diketahui, peristiwa kecelakaan nuklir di Fukushima itu terjadi pada 2011. Terdapat tiga kali ledakan reaktor nuklir sehingga memicu gempa.
Sedangkan, peristiwa Chernobyl terjadi saat kecelakaan reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Uni Soviet.
Indra meyakini, paparan radioaktif di Tangsel tidak sama dengan dua kecelakaan hebat nuklir di dunia itu.
Bapeten, kata dia, menempatkan sembilan detektor di komplek Batan, Serpong. Kalau ada kebocoran pada reaktor, maka detektor itu akan memberikan peringatan.
"Pada saat itu tak tercatat," ujarnya.
Baca Juga: Ada Radioaktif Dekat Pemukiman, Wali Kota Tangsel Tak Akan Evakuasi Warga
Indra menuturkan, ketika awal-awal limbah radioaktif itu ditemukan, Bapeten menemukan tingkat radiasi yang cukup tinggi.
Akan tetapi, Badan Tenaga Nuklir (Batan) langsung melakukan pengerukan tanah sampai radiasi itu terus menurun. Hingga saat ini, tingkat radiasi sudah menurun sampai 28 mikro sivet per jam.
"Insyaallah dalam beberapa hari ini kami akan deklarasikan kasus ini klir.”
Berita Terkait
-
Ada Radioaktif Dekat Pemukiman, Wali Kota Tangsel Tak Akan Evakuasi Warga
-
Sembilan Warga Diperiksa Pasca Temuan Zat Radioaktif di Tangsel
-
Perumahan Batan Indah Terancam Radiasi Nuklir, Ketahui Bahayanya Bagi Tubuh
-
Paparan Radioaktif di Tangsel, Bapeten Data Pemilik Cesium 137
-
Batan: Zat Radioaktif di Tangsel Bukan dari Reaktor Nuklir
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim