Suara.com - Penentuan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan segera berproses setelah tata tertib (tatib) pemilihannya sudah disahkan DPRD Jakarta. Namun, pengamat menilai kontestasi ini rawan akan politik uang atau money politic.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic, and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun. Meski pemilihan dilaksanakan dengan voting tertutup, money politic kemungkinannya masih tinggi. Pasalnya, tidak ada lembaga yang mengawasi proses penentuan pengganti Sandiaga Uno itu.
"KPK, PPATK, Panwas pemilihan, atau LSM (lembaga swadaya masyarakat) tidak dilibatkan mengawasi anggota DPRD DKI sepanjang masa pemilihan Wagub DKI," ujar Ubedilah saat dihubungi, Kamis (20/2/2020).
Ubedillah mengatakan DPRD dalam membuat tatib telah mengabaikan aspirasi masyarakat.
Menurutnya banyak dorongan dari berbagai pihak yang menginginkan adanya uji publik terhadap kedua calon, Nurmansyah Lubis dari PKS dan Riza Patria yang ditunjuk Gerindra.
“Ada dua hal penting yang diabaikan DPRD DKI. Pertama, DPRD DKI telah mengabaikan aspirasi warga Jakarta yang menghendaki adanya uji publik cawagub,” jelasnya.
Menurutnya uji publik ini berguna sebagai upaya menangkap spirit substantif demokrasi, karena cawagub sebelumnya dipilih langsung oleh warga Jakarta. Selain itu proses ini juga bisa mengetahui gagasan Cawagub dan menguji integritas calon.
“Pengawasan ini penting dilakukan agar DPRD DKI terhindar dari politik uang, yang akan mengurangi kepercayaan publik pada anggota DPRD,” kata Ubedilah.
Selain mendorong uji publik dan pelibatan pihak ketiga, ia juga ingin kedua cawagub melepaskan jabatan dari struktur partai dan kekuasaan lain yang melekat. Ia mengaku khawatir adanya konflik kepentingan atau conflict of interest yang akan terjadi dalam proses perebutan kursi DKI 2 itu.
Baca Juga: Bukan Hindari Demo, Ini Klarifikasi Kampus Soal Anies Baswedan Batal ke UMY
“Jadi begitu kedua calon resmi memasuki tahapan pemilihan di DPRD DKI Jakarta, maka saat itu pula seluruh jabatan politis yang melekat pada kedua cawagub harus dilepaskan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Demokrat Tunggu Arahan SBY, Pilih Riza atau Nurmansyah Jadi Wagub DKI
-
DPRD Bakal Bentuk Panlih Wagub DKI, Fraksi PDIP Tak Boleh Jadi Ketua
-
Tatib Pemilihan Sudah Ditetapkan, Anies Mau Cepat Punya Wagub
-
DPRD Sahkan Tatib Pemilihan Wagub DKI, Selanjutnya Dikirim ke Anies
-
Pemilihan Wagub DKI Akhir Februari, DPRD Pastikan Ada Fit and Proper Test
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara