Suara.com - Video Quaden Bayles (9), seorang anak yang dilahirkan dengan dwarfisme Achondroplasia (cebol) viral. Ia menangis histeris, ingin bunuh diri karena menjadi korban bully.
Kekinian, Quaden Bayles mendapat sumbangan lebih dari $ 121.000 atau setara Rp 1,6 miliar setelah videonya viral.
Disadur dari New York Post, Jumat (21/2/2020), ribuan pendonor telah menyumbang melalui situs GoFundme hingga mencapai dana lebih dari Rp 1,6 miliar. Sumbangan itu untuk membiayai liburan Quaden ke Disneyland.
Dukungan itu terinspirasi oleh video mengharukan yang diposting ibunya, Yarraka Bayles ketika Quaden menangis di mobil setelah anak lain di sekolah mengejek karena tinggi badannya.
"Kuharap aku bisa menusuk jantungku sendiri. Aku ingin seseorang membunuhku," kata Quaden dengan berlinangan air mata di klip.
Brad Williams, penggagas sumbangan itu menyatakan bahwa ia melakukan penggalangan dana untuk menunjukkan Quaden "ada yang baik di dunia". Ia juga mengaku telah menghubungi langsung Yarraka Bayles.
"Saya menyiapkan GoFundMe ini untuk memberi tahu Quaden bahwa intimidasi tidak akan ditoleransi, dan bahwa dia adalah manusia yang luar biasa yang pantas mendapatkan kesenangan," tulis Williams.
"Aku ingin menerbangkan Quaden dan ibunya ke Amerika, menyediakan hotel yang bagus untuk mereka, dan membawanya ke Disneyland," imbuhnya.
Sebelumnya, sang ibu, Yarraka Bayles mengunggah video Quaden sedang menangis ini untuk memperingatkan orang lain pada bahaya bullying.
Baca Juga: KKN UPGRIS 2020 Ajarkan Anak Usia Dini Pola Hidup Sehat dengan Senam Ceria
"Saya ingin orang-orang tahu, ini adalah efek bullying. Inilah akibat dari intimidasi,” kata Yarraka dalam video.
Ia menceritakan, "Anakku hampir setiap hari ingin bunuh diri. Ketika ada pemicu sekecil apapun itu, entah di sekolah atau di tempat publik."
Setiap hari pula Yarraka mencoba meyakinkan anaknya bahwa hidup tak semenyedihkan itu, namun tetap saja, ia selalu khawatir suatu hari anaknya benar-benar melakukan tindakan nekat itu.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 15 juta kali sejak Yarraka mengunggahnya ke Facebook. Warganet di seluruh dunia memberikan dukungan kepada mereka.
Berita Terkait
-
Benarkan Korban Dugaan Bullying Siswa MI Sleman, Kepsek: Tak Ada Kekerasan
-
Viral, Siswa SD di Jogja Diduga Jadi Korban Bullying hingga Usus Bernanah
-
Viral Siswa Jogja Dibully dan Masuk RS, Bethesda Ungkap Ada Kesamaan Cerita
-
Aurel Hermansyah Temui Bocah Korban Bullying yang Jarinya Diamputasi
-
Anak Dibully sampai Ingin Bunuh Diri, Ibu Ini Bagikan Video Menyayat Hati
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri