Suara.com - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyoroti unjuk rasa ratusan orang yang mengangkat tema Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI di dekat kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Pihak Istana, kata dia mengharapkan konteks tuntutan yang bawa massa gabungan dari FPI, GNPF dan PA 212 sesuai dengan realitas di masyarakat.
"Demo 212 ya demo aja itu kan hak konstitusional warga negara, katanya bersuara memberikan pendapat pasal 28 ya, bagus-bagus aja, diharapkan demonya bersubstansi," ujar Dini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Dia pun meminta agar peserta aksi tersebut bisa menyuarakan pendapatnya di depan umum secara edukatif, bukan bersifat provokatif.
"Kalau memang demo-demo, apa yang menjadi keberatan disampaikan secara edukatif juga bukan hanya sekadar provokasi ramai-ramai akhirnya tawuran," ucap dia.
Lebih lanjut Dini menyebut aksi unjuk rasa yang digelar PA 212, GNPF dan FPI bisa menjadi catatan pemerintah.
"Kalau mau demo enggak apa-apa, itu kan jadi catatan juga buat pemerintah, oh itu ada ketidaksenangan nih, apa isunya, bagus juga kalau itu harus menjadi perhatian pemerintah," katanya.
Sebelumnya, Ketua PA 212 Slamet Maarif menyinggung ihwal peran penguasa soal keterkaitan soal masalah korupsi. Jika penguasa terlibat, dia meminta rakyat untuk melakukan revolusi.
"Kalau ternyata penguasa terlibat jadi skenario besar korupsi di Indonesia, kami akan tuntut segera revolusi, revolusi, revolusi takbir!," kata Slamet Maarif di atas mobil komando.
Baca Juga: Aksi 212 di Dekat Istana, Ratusan Polantas Dikerahkan Atur Lalin
Slamet menyebut, tindak pidana korupsi kekinian sudah merajalela. Dia mengatakan, tersebut berbanding terbalik dengan zaman-zaman sebelumnya.
"Saya lihat akhir-akhir ini banyak orang mati rasa, mati hatinya kenapa? Korupsi zaman sekarang jauh lebih dahsyat dari zaman sebelumnya," sambungnya.
"Ada yang katakan dulu zaman orde lama korupsi di bawah meja, masuk orde baru korupsi di atas meja. Zaman sekarang korupsinya sama meja-mejanya di bawa," tambah Slamet.
Slamet memberikan contoh soal cerita seorang ibu yang merugi akibat korupsi. Sang ibu, kata Slamet, mengumpulkan uang untuk anaknya kuliah. Hanya saja, saat anaknya kuliah uang itu sudah habis dikorupsi oleh orang lain.
"Ada ibu cerita bertahun-tahun, 17 tahun dia kumpulin uang untuk anaknya. Begitu kontrak selesai, anaknya mau kuliah uangnya enggak turun alhasil anaknya nggak bisa kuliah, kenapa, karena uangnya dikorupsi," kata Slamet.
Berita Terkait
-
Ketua PA 212: Dulu Korupsi Orba di Atas Meja, Sekarang Meja-mejanya Dibawa
-
KPAI Turun ke Lokasi Aksi 212, Temukan Anak-anak Merokok dan Belum Makan
-
Massa Aksi 212 Tolak Ahok Jadi Komut Pertamina dan Sebut Terlibat 10 Kasus
-
LIVE STREAMING: Jelang Sore, Massa Aksi 212 Masih Bertahan
-
Rehat Sejenak, Massa Aksi 212 Berantas Korupsi Tunaikan Ibadah Salat Ashar
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok