Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan apresiasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Hal tersebut lantaran Pemprov Jawa Tengah sangat rapi dalam mengimplementasikan kearsipan nasional.
Hal itu ditandai dengan diberikannya penghargaan yang menobatkan Pemprov Jateng sebagai terbaik dalam hal kearsipan.
Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan nasional, Jawa Tengah berhasil meraih skor 79,73 dengan kategori sangat baik. Skor ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik dalam hal kearsipan, mengungguli Jawa Barat yang meraih skor 76,70 dan DKI Jakarta dengan skor 76,65.
Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di The Sunan Hotel, Rabu (26/2/2020).
Pelaksana tugas Kepala ANRI M Taufik mengatakan terdapat 103 instansi yang menerima penghargaan kearsipan, di antaranya 15 pemerintah provinsi, 45 pemerintah kabupaten/kota, serta kementerian dan lembaga negara lainnya. Dia berharap penghargaan ini memacu segenap instansi pemerintahan untuk semakin giat dalam kegiatan kearsipan.
“Semoga setiap instansi tetap on the track di bidang kearsipan dan membantu kami dalam menjaga kearsipan nasional,” kata Taufik saat membuka acara.
Tjahjo mengatakan penghargaan ini diberikan kepada institusi pemerintah yang cepat dalam tata kelola arsip. Dia berharap semakin banyak pemerintah daerah yang menyadari pentingnya arsip sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Ia mengapresiasi Pemprov Jateng yang bertindak cepat dalam kegiatan digitalisasi kearsipan.
“Pak Ganjar (Gubernur Jateng) adalah salah satu gubernur yang proaktif. Begitu terima surat dari ANRI langsung ditindaklanjuti. Meski anggarannya terbatas, tapi Jawa Tengah termasuk lembaga yang cepat dan menyadari pentingnya arsip,” kata Tjahjo.
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, penerapan digitalisasi sangat membantu instansi pemerintahan yang dipimpinnya melakukan efisiensi anggaran dan waktu. Digitalisasi arsip juga memudahkan pekerjaan pemerintahan, terlebih ketika terjadi kejadian luar biasa seperti merebaknya virus SARS beberapa waktu lalu, yang menyebabkan perekonomian lumpuh.
Baca Juga: Raih Predikat A, Ganjar Harap Pemprov Jateng Naik Peringkat
“Ketika terjadi SARS dulu, ekonomi yang lumpuh itu apa? Corona ini kan mirip. Kalau arsip kita bagus, kita bisa recall. Buka lagi, belajar dari situ untuk recovery. Jangan-jangan banyak hal kita sudah punya cara, alat dan metode, tapi karena arsipnya buruk maka kita merasa tidak punya. Maka kita jadi mengulang-ulang dan itu boros di anggaran,” kata Ganjar.
Ia juga mendorong masyarakat agar mendigitalisasi data pribadi seperti KTP, KK, akte kelahiran, ijazah pendidikan, sertifikat aset dan dokumen penting lainnya. Harapannya, ketika terjadi bencana maupun kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran, pencurian dan pencopetan, masyarakat dapat mengurusnya dengan mudah.
Untuk menunjang pengarsipan tersebut, Pemprov Jateng memberikan fasilitas berupa aplikasi Arsip Elektronik Masyarakat (Arsip Emas). Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis di Google PlayStore dan cukup mudah digunakan (user friendly).
Sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah pun meraih penghargaan serupa. Kabupaten Magelang menjadi pemerintah kabupaten/kota yang terbaik kedua di bidang kearsipan nasional dengan skor 93,61. Kabupaten Magelang hanya kalah dari Pemkot Yogyakarta yang mengumpulkan skor tertinggi, yakni 95,82.
Selain Kabupaten Magelang, Purworejo, Wonosobo dan Pekalongan pun menerima penghargaan dan berada dalam kategori AA atau sangat memuaskan.
Adapun Kabupaten Pati, Kebumen, Klaten, Purbalingga, Jepara, Cilacap, Kota Pekalongan, Kendal, Kota Magelang, Surakarta, Salatiga dan Sragen meraih penghargaan pada kategori A (memuaskan).
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!