Bahkan, rencananya, fitur face recognition juga bakal dipasang di daerah atau kawasan yang biasa dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan atau aksi-aksi vandalisme. Untuk itu, Diskominfo berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dalam menentukan titik-titik yang rawan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menyampaikan, CCTV di Surabaya memiliki beragam fungsi. Di samping untuk mengawasi lalu lintas atau memantau volume kendaraan, CCTV juga dimanfaatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga Surabaya.
“Tujuan pemasangan kamera adalah untuk Surabaya Save City. Makanya kita berkoordinasi dengan Diskominfo. Selain untuk pengamanan juga pengaturan lalu lintas, e-Tilang dan face recognition,” kata Irvan.
Teknologi face recognition sebelumnya juga dipasang di Terminal Purabaya. Teknologi itu, kata Irvan, difungsikan untuk mendeteksi para pendatang maupun mengantisipasi adanya calo yang ada di terminal tersebut.
“Tujuannya pertama untuk mendeteksi adanya calo di terminal. Selain itu juga berfungsi untuk mendeteksi para pendatang,” katanya.
Dengan dikembangkannya CCTV face recognition ini, Kota Surabaya telah memiliki teknologi yang mampu digunakan untuk mencegah tindak kejahatan dan mampu memberikan data-data akurat sebagai landasan dirumuskannya suatu kebijakan. Selain itu, CCTV tersebut juga bisa digunakan untuk membantu petugas dalam upaya penindakan pelaku kejahatan.
Para pelaku kejahatan pun harus berfikir seribu kali sebelum melakukan aksinya di Kota Surabaya. Dengan banyaknya titik CCTV yang tersebar, masyarakat Surabaya pun merasa semakin terlindungi. Tidak hanya terlindungi dari perbuatan melanggar lalu lintas di jalan raya, mereka juga terlindungi dari perbuatan kriminal di tempat-tempat umum. (adv)
Berita Terkait
-
Setelah Viral, Pemkot Surabaya Bantu Anik Penderita Kanker Stadium 4
-
Ini Kesepakatan Antara Pemkot Surabaya, Persebaya dan Bonekmania
-
PDAM Surya Sembada Minta Gelontoran Rp 2 Triliun Dari Pemkot Surabaya
-
Pemkot Surabaya Percantik Trotoar dan Lindungi Pejalan Kaki
-
Antisipasi Mati Listrik, Pemkot Surabaya Tambah Solar Cell di Traffic Light
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK